PTPN I Kembangkan Hilirisasi Teh, Kopi, Cerutu, hingga Bioetanol

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memperkuat transformasi bisnis melalui hilirisasi komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan portofolio produk teh, kopi, tembakau, dan kakao, sekaligus memperluas pemanfaatan hasil pengolahan tebu untuk mendukung industri dan energi.

Pengembangan produk tersebut diwujudkan melalui sejumlah merek unggulan, antara lain Teh Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo; Kopi Banaran, Rollas, dan Jampit; serta cerutu Golden Djawa dan Deli. PTPN I juga mengembangkan produk olahan cokelat berbasis kakao dan bioetanol berbasis molase atau tetes tebu.

Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero), Aris Handoyo, mengatakan hilirisasi merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan, memperkuat daya saing produk, dan meningkatkan nilai ekonomi dari hulu hingga hilir.

"Hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan baku menjadi produk jadi, melainkan membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari produksi di kebun, pengolahan, pengembangan merek, hingga pemasaran. Dengan demikian, potensi komoditas perkebunan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan dan masyarakat," ujar Aris, dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2026.


Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero), Aris Handoyo. Foto: dok PTPN.
 

Baca Juga :

PTPN Siapkan Ekspansi Pabrik Bioetanol, Investasi Rp8 Triliun
  Inovasi produk dan kemasan kopi
Pada komoditas kopi, PTPN I mengembangkan Kopi Banaran, Rollas, dan Jampit. Salah satu upaya penguatan pasar dilakukan melalui inovasi produk dan kemasan Kopi Banaran yang diproduksi PTPN I Regional 3 di Semarang, termasuk kemasan sachet untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Sementara itu, pada komoditas teh, perusahaan memperkuat portofolio melalui empat merek, yakni Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo. Adapun komoditas tembakau dikembangkan menjadi produk cerutu melalui merek Golden Djawa dan Deli, sedangkan kakao diolah menjadi produk cokelat untuk memperluas penetrasi ke industri makanan.

Di sektor energi, PTPN I turut mengembangkan bioetanol berbasis molase sebagai bentuk diversifikasi pemanfaatan hasil pengolahan tebu. Inisiatif ini membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan.

Menurut Aris, pengembangan hilirisasi dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kesiapan kapasitas pengolahan, inovasi produk, serta kebutuhan dan potensi pasar.

"Ke depan, kami terus mendorong inovasi produk, optimalisasi aset, penguatan kapasitas pengolahan, dan perluasan pasar. Orientasinya bukan hanya meningkatkan jumlah produk, tetapi membangun bisnis hilir yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan," kata Aris.

Melalui penguatan hilirisasi tersebut, PTPN I mendorong transformasi bisnis perkebunan dari produsen bahan baku menjadi pengembang produk bernilai tambah. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan, memperluas aktivitas ekonomi, serta mendukung agenda nasional dalam pengembangan industri pangan dan energi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sadap Prabowo, MenHAM Natalius Pigai Sebut Listyo Sigit Pengkhianat Bangsa
• 16 jam lalu
0
thumb
Jokowi Ungkap Alasan Merasa Dihina: Disebut Mukidi, Mulyono, hingga Jokodok
• 2 jam lalu
0
thumb
Tok! Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Divonis 5 Tahun Penjara
• 11 jam lalu
0
thumb
Airlangga Pastikan Penyesuaian Batas PTKP Belum Berlaku Januari 2027
• 5 jam lalu
0
thumb
Sidang Febrie Adriansyah, Bantahan Ferry Boboho soal Aliran Dana Jadi Tantangan Pembuktian bagi JPU
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.