Surabaya (ANTARA) - Pemilik klub futsal Bintang Timur Surabaya (BTS) Dimas Bagus Kurniawan mempertanyakan dukungan Federasi Futsal Indonesia (FFI) menjelang keikutsertaan timnya dalam turnamen internasional Intercontinental Futsal Cup di Brasil.
"Untuk keberangkatan ke Brasil juga kita masih 'one man show', artinya tidak ada sama sekali bantuan dari federasi, baik dari skema federasi ke panitia juga tidak ada. Semuanya kita yang melakukan," kata Dimas saat ditemui wartawan di kantor Asprov PSSI Jawa Timur, Surabaya, Kamis.
Menurut dia, BTS masih harus menanggung sendiri seluruh kebutuhan keberangkatan ke Brasil, termasuk persiapan perjalanan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Selain persoalan dukungan federasi, Dimas mengatakan keberangkatan timnya belum dapat dipastikan karena bandara tujuan dilaporkan mengalami kerusakan akibat puting beliung.
"Kita masih belum bisa memastikan juga untuk berangkat atau tidak. Kita masih menunggu konfirmasi pihak panitia karena tadi pagi kita konfirmasi di sana masih dini hari atau malam hari, jadi masih belum ada respons," ujarnya.
Dimas berharap persoalan tersebut segera mendapat kepastian agar persiapan tim dapat berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, ia mengungkapkan sejumlah tunggakan pembayaran di lingkungan futsal yang sebelumnya belum diselesaikan kini telah dilunasi setelah mendapat desakan dari berbagai pihak.
"Untuk futsal sendiri memang ada beberapa dan banyak, terutama tunggakan-tunggakan yang memang masih belum dibayarkan. Tapi alhamdulillah semuanya sudah lunas hari ini setelah dioyak-oyak," ucapnya.
Dimas juga mendukung desakan sejumlah anggota untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) FFI sebagai upaya memperbaiki tata kelola organisasi futsal nasional.
Menurut dia, sejumlah klub peserta kompetisi futsal telah menyuarakan aspirasi serupa dan berharap perubahan organisasi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan futsal Indonesia.
"Memang seharusnya terjadi supaya kita bisa lebih baik ke depannya lagi. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Baca juga: Dicopot dari Sekjen FFI, Budi pertanyakan persetujuan PSSI
Baca juga: FFI berhentikan Sekjen Budi Setiawan
Baca juga: KFI jadikan masukan klub momentum perbaikan untuk liga futsal
"Untuk keberangkatan ke Brasil juga kita masih 'one man show', artinya tidak ada sama sekali bantuan dari federasi, baik dari skema federasi ke panitia juga tidak ada. Semuanya kita yang melakukan," kata Dimas saat ditemui wartawan di kantor Asprov PSSI Jawa Timur, Surabaya, Kamis.
Menurut dia, BTS masih harus menanggung sendiri seluruh kebutuhan keberangkatan ke Brasil, termasuk persiapan perjalanan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Selain persoalan dukungan federasi, Dimas mengatakan keberangkatan timnya belum dapat dipastikan karena bandara tujuan dilaporkan mengalami kerusakan akibat puting beliung.
"Kita masih belum bisa memastikan juga untuk berangkat atau tidak. Kita masih menunggu konfirmasi pihak panitia karena tadi pagi kita konfirmasi di sana masih dini hari atau malam hari, jadi masih belum ada respons," ujarnya.
Dimas berharap persoalan tersebut segera mendapat kepastian agar persiapan tim dapat berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, ia mengungkapkan sejumlah tunggakan pembayaran di lingkungan futsal yang sebelumnya belum diselesaikan kini telah dilunasi setelah mendapat desakan dari berbagai pihak.
"Untuk futsal sendiri memang ada beberapa dan banyak, terutama tunggakan-tunggakan yang memang masih belum dibayarkan. Tapi alhamdulillah semuanya sudah lunas hari ini setelah dioyak-oyak," ucapnya.
Dimas juga mendukung desakan sejumlah anggota untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) FFI sebagai upaya memperbaiki tata kelola organisasi futsal nasional.
Menurut dia, sejumlah klub peserta kompetisi futsal telah menyuarakan aspirasi serupa dan berharap perubahan organisasi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan futsal Indonesia.
"Memang seharusnya terjadi supaya kita bisa lebih baik ke depannya lagi. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Baca juga: Dicopot dari Sekjen FFI, Budi pertanyakan persetujuan PSSI
Baca juga: FFI berhentikan Sekjen Budi Setiawan
Baca juga: KFI jadikan masukan klub momentum perbaikan untuk liga futsal






Komentar (0)