Banjir Lahar dan Longsor Semeru Rusak 10 Rumah

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Banjir lahar dingin dan longsor di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin, 2 November 2026, merusak sejumlah infrastruktur dan 10 rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, dampak kerusakan paling parah ditemukan di Desa Pundungsari dan Desa Purorejo. Di Desa Pundungsari, longsor mengakibatkan kerusakan jalan desa sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Sementara itu, banjir lahar dingin di Desa Purorejo mengikis badan jalan desa hingga sepanjang kurang lebih 800 meter. Selain kerusakan akses jalan, bencana tersebut juga menyebabkan 10 rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan rumah-rumah yang terdampak belum layak ditempati kembali. Warga diminta tidak menempati bangunan tersebut untuk menghindari risiko keselamatan selama kondisi di lokasi belum dinyatakan aman.

“Rumah yang mengalami kerusakan saat ini tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi belum kondusif,” jelas Isnugroho, Kamis, 5 November 2026.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD telah menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bantuan pangan yang diberikan terdiri atas 10 dus lauk pauk, lima dus tambahan gizi, dan dua dus makanan siap saji.
 

Baca Juga :

BPBD Lumajang Pasang 8 CCTV Baru Pantau Aktivitas Semeru


BPBD juga mendistribusikan 17 terpal serta 11 paket peralatan makan dan memasak. Bantuan lainnya mencakup 11 paket perlengkapan kebersihan (hygiene kit), 11 paket perlengkapan anak (kids ware), dan 500 lembar gelangsi.

Penyaluran logistik tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. BPBD juga terus menggunakan hasil asesmen lapangan sebagai dasar untuk menentukan penanganan berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun. Warga diminta menjauhi kawasan rawan, termasuk bantaran sungai, untuk menghindari ancaman material lahar.

“Warga diimbau tetap waspada dan menghindari bantaran sungai saat hujan deras,” pesan Isnugroho.

Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Kamis, 5 November 2026. Rangkaian erupsi yang disertai awan panas guguran terjadi sejak pagi. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Lumajang meningkatkan pemantauan di sejumlah titik rawan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pengawasan dilakukan menggunakan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi strategis. Pemantauan dipusatkan di kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.

“Untuk upaya dari BPBD, yang pertama kita juga siaga dan melakukan pemantauan melalui CCTV dari pos-pos pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo,” ujar Yudhi.


Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3 km dari puncak Mahameru pada Kamis pagi, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG



Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, tercatat tiga kali erupsi sejak pagi hari. Setiap letusan disertai awan panas guguran dengan jarak luncur yang bertambah pada kejadian berikutnya. Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.33 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter, sedangkan awan panas guguran meluncur hingga sejauh 3.000 meter.

Aktivitas berlanjut pada pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter. Pada kejadian kedua, jarak luncur awan panas guguran mencapai 3.500 meter. Erupsi ketiga tercatat pada pukul 09.24 WIB. Jarak luncur awan panas guguran dalam kejadian tersebut mencapai 4.500 meter. Seluruh luncuran terpantau mengarah ke sektor tenggara, tepatnya di kawasan Besuk Kobokan.

“Memang sejak tadi pagi terjadi beberapa kali erupsi dengan disertai awan panas guguran yang dikeluarkan Gunung Semeru,” jelas Yudhi.

Selain awan panas guguran, abu vulkanik juga terbawa angin ke sejumlah arah, yakni tenggara, barat daya, dan selatan. Hingga laporan tersebut disusun, belum ada informasi mengenai kerusakan ataupun korban jiwa akibat rangkaian erupsi pada Kamis, 5 November 2026.

Meski demikian, BPBD meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Toko Kelontong di Sleman Ditutup karena Persoalan Jarak 300 Meter
• 18 jam lalu
0
thumb
Sidang Roy Suryo, Refly: Aneh, Ijazah Fisik Jokowi Tak Kunjung Dihadirkan
• 18 jam lalu
0
thumb
Surat Kuasa Ditujukan ke Perusahaan Malah Laporkan Pribadi, Kuasa Hukum Sebut Kasus Richard Lee Cacat Hukum
• 11 jam lalu
0
thumb
Asia Pesta Usai Kubu Trump Tumbang: Ringgit-Rupiah Tertawa, Won Nangis
• 19 jam lalu
0
thumb
Lokasi Strategis Militer Iran Dibombardir, Trump Kirim Sinyal Keras pada Hari Pemilihan Paruh Waktu AS
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.