Hati-hati, Konsumsi Suplemen Berlebihan Bisa Merusak Organ Tubuh

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah kesibukan sehari-hari, suplemen kesehatan kerap menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tubuh. Vitamin, mineral, hingga ekstrak herbal dikonsumsi dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh.

Namun, di balik manfaatnya, konsumsi suplemen secara berlebihan justru dapat membawa risiko bagi kesehatan.

Anggapan bahwa suplemen berbahan alami selalu aman juga perlu diluruskan. Jika dikonsumsi dalam dosis yang tidak tepat atau tanpa memperhatikan kondisi tubuh, sejumlah suplemen berpotensi menimbulkan efek samping serius, mulai dari gangguan penyerapan nutrisi hingga kerusakan organ.

Diberitakan ANTARA, Minggu (1/11), yang mengutip Eating Well, sejumlah ahli gizi dan kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi suplemen berlebihan dapat membahayakan tubuh. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah kerusakan hati akibat penumpukan zat tertentu.

Pakar gizi Erin Person menjelaskan, vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, dapat disimpan di dalam hati. Jika dikonsumsi melebihi kebutuhan dalam jangka panjang, vitamin tersebut berisiko menumpuk dan memicu toksisitas.

Risiko serupa juga dikaitkan dengan sejumlah ekstrak herbal, di antaranya ashwagandha, teh hijau, kunyit, kava, dan black cohosh. Meski berasal dari bahan alami, penggunaannya tetap perlu memperhatikan dosis dan potensi efek samping, terutama terhadap fungsi hati.

Persoalan lain muncul ketika suplemen dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Tidak semua kandungan suplemen dapat bekerja berdampingan dengan obat resep tanpa menimbulkan interaksi.

Suplemen kalsium dan zat besi, misalnya, dapat mengganggu penyerapan obat tiroid. Sementara itu, minyak ikan, ginkgo biloba, dan ekstrak bawang putih berpotensi meningkatkan risiko perdarahan apabila dikonsumsi bersama obat pengencer darah.

Konsumsi suplemen dalam dosis tinggi juga dapat mengganggu keseimbangan nutrisi. Tubuh membutuhkan beragam vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai, tetapi kelebihan satu zat tertentu justru bisa menghambat penyerapan zat lainnya.

Salah satu contohnya adalah konsumsi zinc dalam dosis tinggi secara terus-menerus. Kebiasaan tersebut dapat menghambat penyerapan tembaga, mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan sejumlah fungsi penting. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan anemia dan gangguan saraf.

Ginjal pun tidak luput dari risiko. Asupan vitamin C dalam dosis tinggi serta konsumsi suplemen herbal yang kaya oksalat dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal pada sebagian orang.

Berbagai risiko tersebut menjadi pengingat bahwa mengonsumsi lebih banyak suplemen tidak selalu berarti memperoleh manfaat kesehatan yang lebih besar. Kebutuhan setiap orang berbeda, bergantung pada pola makan, kondisi kesehatan, usia, serta kemungkinan adanya kekurangan nutrisi tertentu.

Pada dasarnya, suplemen berfungsi melengkapi kebutuhan gizi, bukan menggantikan makanan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat.

Penggunaannya umumnya lebih diperlukan bagi orang yang mengalami defisiensi nutrisi atau memiliki kondisi medis tertentu yang mengganggu penyerapan zat gizi.

Karena itu, sebelum menambahkan suplemen ke dalam rutinitas harian, penting untuk memahami kebutuhan tubuh dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Langkah ini membantu menentukan jenis serta dosis yang sesuai sekaligus menghindari interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi.

Konsumen juga perlu memperhatikan kualitas produk yang dipilih. Mengingat pengawasan suplemen tidak selalu setara dengan pengawasan obat resep, produk sebaiknya memiliki sertifikasi atau hasil pengujian dari lembaga independen yang tepercaya untuk membantu memastikan keamanan, kemurnian, dan kesesuaian kandungannya.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan sekadar tentang menambahkan vitamin atau mineral ke dalam rutinitas harian. Memahami kebutuhan tubuh, menjaga pola makan, dan menggunakan suplemen secara bijak merupakan bagian penting agar upaya menjaga kebugaran tidak justru mendatangkan masalah kesehatan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Alokasikan Rp48,7 Triliun untuk JKN 2026, Cak Imin: Orang Miskin Tak Boleh Takut Berobat
• 22 jam lalu
0
thumb
Dengan SMK 3+1 dan LKP, Siswa Siap Kerja ke Jepang hingga Jerman
• 16 jam lalu
0
thumb
Kolaborasi Shopee 11.11 Big Sale x no na Viral, Tembus 21 Juta Views di TikTok
• 3 jam lalu
0
thumb
MA Gelar Konferensi Pers soal Putusan yang Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran Siang Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
Duduk Perkara Penggeledahan Ponpes Sukoharjo hingga Polisi Tuai Keluhan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.