Suku Bajo Punya Limpa Lebih Besar, Bisa Menyelam hingga 13 Menit!

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Suku Bajo dikenal sebagai masyarakat yang memiliki tradisi menyelam untuk mencari ikan dan hasil laut lainnya. Menariknya, kemampuan menyelam mereka juga menjadi perhatian para peneliti karena adanya adaptasi biologis yang membantu tubuh bertahan saat menahan napas di dalam air.

Salah satu temuan yang menarik adalah ukuran limpa orang Bajo yang lebih besar dibandingkan kelompok masyarakat lain yang tinggal di wilayah berdekatan.

Penelitian Menemukan Ukuran Limpa Suku Bajo Lebih Besar

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell pada 2018 menemukan bahwa ukuran limpa orang Bajo yang diteliti rata-rata lebih besar dibandingkan masyarakat Saluan yang tinggal di wilayah Sulawesi Tengah. Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan ukuran limpa dan data genetik dari kedua kelompok masyarakat.

Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran limpa orang Bajo sekitar 50% lebih besar dibandingkan kelompok Saluan. Perbedaan ini tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan kebiasaan menyelam. Menariknya, ukuran limpa orang Bajo yang menyelam juga tidak berbeda signifikan dengan orang Bajo yang tidak menyelam. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran limpa tidak hanya dijelaskan oleh kebiasaan menyelam sehari-hari.

Limpa merupakan organ yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh sekaligus menyimpan sel darah merah. Saat seseorang menyelam sambil menahan napas, limpa dapat berkontraksi dan melepaskan sel darah merah ke dalam sirkulasi. Sel-sel ini membawa oksigen yang dibutuhkan tubuh ketika pasokan udara terhenti sementara.

Dengan cadangan sel darah merah yang lebih besar, orang dengan limpa lebih besar berpotensi memiliki keuntungan saat menyelam bahkan bisa sampai 13 menit sekali selam. Namun, ukuran limpa bukan satu-satunya faktor yang menentukan berapa lama seseorang dapat menahan napas di dalam air.

Ada Peran Genetik dalam Adaptasi Menyelam Suku Bajo

Peneliti juga menemukan variasi genetik pada gen PDE10A yang berkaitan dengan ukuran limpa orang Bajo. Gen ini diduga berhubungan dengan regulasi hormon tiroid, yang berperan dalam perkembangan sel darah merah dan ukuran limpa. Temuan tersebut mendukung dugaan bahwa kemampuan menyelam masyarakat Bajo berkaitan dengan adaptasi genetik yang terbentuk selama banyak generasi.

Selain itu, penelitian menemukan sinyal seleksi pada gen BDKRB2, yang berkaitan dengan respons tubuh saat menyelam. Respons menyelam ini meliputi perlambatan detak jantung dan perubahan aliran darah untuk membantu tubuh menghemat oksigen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Kaji Tawaran Bantuan Malaysia untuk Tangani Karhutla
• 23 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Tegaskan Jokowi Siap Hadiri Sidang jika Dipanggil JPU: Siap Tunjukkan Ijazah
• 17 jam lalu
0
thumb
Perwira Kopassus yang Ditetapkan Tersangka Tewasnya Letda Jihad Ternyata Junior Korban
• 12 jam lalu
0
thumb
Belasan Anak Terlibat Tawuran demi Eksistensi di Medsos, Satu Orang Tewas
• 1 jam lalu
0
thumb
Eksklusif The Epoch Times: Xi Jinping Tak Siapkan Penerus, Kandidat Elite Komite Tetap Politbiro Kongres ke-21 Terungkap!
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.