Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang sempat mengguyur sebagian besar ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), mulai dari KM 72 hingga KM 188 pada Rabu (18/3).
Pihak pengelola tol dan BMKG mengeluarkan peringatan bagi pengguna jalan guna menghindari kecelakaan di jalur urat nadi transportasi tersebut.
"Sehubungan dengan kondisi tersebut, Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta membatasi kecepatan maksimal 70 km/jam saat hujan guna menjaga keselamatan bersama," kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, dalam keterangannya.
Selain masalah kecepatan, Ardam juga menyoroti penggunaan lampu hazard yang sering disalahgunakan saat hujan lebat.
"Pengguna jalan juga diimbau untuk tidak menyalakan lampu hazard saat kendaraan berjalan, karena dapat membingungkan pengguna jalan lain dan berpotensi mengganggu keselamatan bersama," tambahnya.
Ardam juga memastikan bahwa langkah mitigasi telah dilakukan di lapangan terutama di daerah lereng rawan dan yang berpotensi genangan maupun banjir.
"Astra Tol Cipali telah melakukan berbagai upaya mitigasi, antara lain dengan melakukan perkerasan lereng di titik-titik rawan serta menyiagakan pompa air untuk mengantisipasi potensi genangan maupun banjir di sepanjang ruas tol," jelasnya.
Kondisi di lapangan diperkuat oleh analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifa'ul Fuad, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan terbaru per 18 Maret 2026, terdapat dinamika cuaca yang signifikan.
"Kalau berdasarkan dinamika cuaca, memang kalau kita lihat ada potensi yang cukup signifikan di tanggal 18 ya, yaitu hari ini. Ini kalau kita lihat memang pada siang sore hari ini memang kita sudah mulai ada potensi [hujan]," jelas Syifa'ul Fuad kepada kumparan saat dikonfirmasi. Rabu (18/3) sore.
Ia menambahkan bahwa pantauan satelit menunjukkan aktivitas awan hujan yang terkonsentrasi di jalur utama mudik.
"Kita juga sudah pantau di citra satelit memang ada aktivitas peningkatan curah hujan, terutama yang paling berpotensi itu di jalur mudik ya, di sekitar wilayah Indramayu bagian selatan, mungkin sekitar Tol Cipali, kemudian Majalengka juga bagian selatan, dan Cirebon," ujarnya.
Mengenai suhu panas yang sempat dikeluhkan warga beberapa hari terakhir, Syifa'ul menjelaskan bahwa suhu udara mencapai 33°C hingga 34°C karena faktor astronomis.
"Hal ini dipengaruhi oleh posisi matahari yang memang saat ini berada tepat di atas wilayah Indonesia, sehingga pada pagi hingga siang kondisi cuacanya cukup terik. Ini maksimum suhu udara tercatat 33 hingga 34 derajat celsius," terangnya.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 H, Syifa'ul mewanti-wanti bahwa potensi hujan belum akan hilang sepenuhnya.
"Memasuki periode menjelang lebaran ini ada kondisi-kondisi cuaca yang memang masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang, ini terutama di wilayah Pantura Indramayu maupun Cirebon tapi sisi selatan ya," tutupnya.





