FAJAR, JAKARTA – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dua terduga eksekutor yang terekam dalam CCTV tersebut tengah dalam pencarian.
Setelah sebelumnya muncul isu tentang foto rekayasa AI, polisi kini memastikan bahwa identitas pelaku telah teridentifikasi melalui integrasi Satu Data Polri. Dalam konferensi pers, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengonfirmasi bahwa dua pelaku tersebut berinisial BHC dan MAK.
Menurut Kombes Pol Iman, Kedua pria yang terekam di kamera pengawas kini menjadi buronan utama pihak kepolisian.
“Dua orang tersebut yang terdeteksi oleh Satu Data Polri berinisial BHC dan MAK, dan saat ini kami masih melakukan pencarian intensif terhadap keduanya,” ujar Iman seperti dilansir jawapos.com, Rabu (17/3/2026).
Foto Murni dari CCTV
Berbeda dengan foto-foto yang sempat beredar sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa gambar yang dirilis kali ini adalah hasil rekaman langsung dari CCTV yang dipasang di sepanjang jalur pelarian pelaku di Jakarta Pusat. “Ini adalah murni rekaman dari CCTV, bukan hasil Artificial Intelligence,” tegas Kombes Pol Iman.
Kondisi Terkini Andrie Yunus
Serangan yang terjadi pada malam Kamis (12/3/2026), setelah acara podcast di Kantor YLBHI, meninggalkan luka serius pada Andrie Yunus. Menurut tim medis RSCM, Andrie mengalami luka bakar mencapai 24% di tubuhnya, termasuk wajah, mata, serta kedua tangan.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut insiden ini sebagai ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia di Indonesia. “Ini adalah serangan terhadap demokrasi,” ujarnya.
Hingga kini, tim gabungan Polda Metro Jaya terus melakukan pengejaran terhadap BHC dan MAK. Pihak kepolisian meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai kedua pelaku untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. (*)





