Angin Kencang Sapu Tasikmalaya, 20 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tasikmalaya: Sebanyak 20 rumah rusak dan sejumlah pohon tumbang akibat disapu angin kencang di sejumlah wilayah di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat, 6 November 2026. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, meski rumah warga mengalami rusak ringan hingga sedang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova Avatar mengatakan, angin kencang muncul secara tiba-tiba menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa rumah. Petugas BPBD bergerak cepat melakukan proses evakuasi dengan memangkas pohon memakai senso dan golok.

"Berdasarkan laporan yang diterima pohon tumbang terjadi di SMK PUI, Caffe Lebak, Cinehel, 20 rumah rusak pada bagian atap tersapu angin kencang tepatnya berada di Kampung Ciroyom Babakan, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kampung Cicariu, Mancogeh, Kampung Kadununggal, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes," ujar, Budi, Jumat, 6 November 2026.

Baca Juga :

Kuningan Masuk Pancaroba, Cuaca Ekstrem Rusak Rumah Warga
Budi menjelaskan, tim gabungan dibagi ke beberapa lokasi untuk mempercepat pembersihan pohon yang menimpa rumah, lapak pedagang, maupun jalanan. Tim juga masih menyisir area terdampak di Kecamatan Indihiang dan Cipedes. Meski rumah mereka rusak, Budi memastikan tidak ada warga yang mengungsi.

"Kami meminta agar masyarakat waspada bencana hidrometeorologi yang terjadi bisa menimbulkan longsor, banjir, pergerakan tanah, angin puting beliung. Kejadian yang terjadi di wilayahnya tidak ada korban jiwa, tapi 20 rumah rusak usai tersapu angin kencang hingga pohon tumbang," katanya.

Rumah rusak akibat angin kencang. (MI/Kristiadi)

Budi turut mengimbau warga untuk selalu waspada dengan berbagai potensi bencana alam. Selain itu, masyarakat diminta berpedoman pada peringatan dini dari BMKG guna meminimalisasi risiko dampak cuaca ekstrem. 

"Kami minta agar masyarakat harus tetap mewaspadai berbagai kejadian bencana alam, karena berdasarkan BMKG curah hujan dapat menyebabkan longsor, banjir, angin puting beliung, pohon tumbang. Akan tetapi, bencana angin kencang yang terjadi petang telah menyebabkan 20 unit rumah tersapu dan rata-rata rusak bagian atap," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 WNA Dideportasi dari Bali: Curi Arloji hingga Jadi Investor Fiktif
• 23 jam lalu
0
thumb
Tekan Tawuran Pemuda, Pramono Bakal Bangun Ring Tinju di Manggarai
• 10 jam lalu
0
thumb
Menguji Makar dalam Kasus Penyadapan Presiden
• 11 jam lalu
0
thumb
Soroti Aktor Intelektual Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Sudding: Bongkar Tuntas
• 11 jam lalu
0
thumb
Sukses Jadikan Solo Raya Percontohan Aglomerasi, Ahmad Luthfi Raih Agglomeration Leadership Award
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.