Eks Menteri Resmi Ditahan, Korupsi Rp782 M dari Saham

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: AFP/OZAN KOSE

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Turki menahan mantan (eks) Menteri Keluarga dan Layanan Sosial, Fatma Betul Sayan Kaya, dalam penyelidikan dugaan pelanggaran pasar modal yang berkaitan dengan krisis dana investasi. Kaya diduga meraup keuntungan besar dari transaksi saham sebelum gejolak melanda pasar keuangan Turki.

Kantor berita pemerintah Anadolu Agency (AA) melaporkan, pengadilan di Istanbul memerintahkan penahanan Kaya pada Jumat (6/11/2026) dini hari atas tuduhan melanggar undang-undang pasar modal dan menjadi anggota organisasi yang dibentuk untuk melakukan tindak pidana. Penahanan dilakukan setelah ia diperiksa oleh unit yang menangani tindak pidana pencucian uang di bawah kantor kejaksaan Istanbul.


Baca: Menhub Mundur dari Jabatan karena Kecelakaan Maut Kereta

Jaksa menuduh Kaya memiliki informasi yang belum dipublikasikan dan berpotensi memengaruhi harga instrumen pasar modal. Pihak berwenang juga menyelidiki hubungannya dengan Emre Tezmen, mantan eksekutif perusahaan manajer investasi yang berada di pusat gejolak tersebut. Sementara itu, suaminya, Ilyas Kaya, dibebaskan dengan larangan bepergian ke luar negeri.

Dugaan keuntungan besar itu sebelumnya diungkapkan seorang juru bicara Partai Yeni, partai oposisi utama Turki, pada September. Ia menuding pasangan Kaya memperoleh sekitar 2,17 miliar lira Turki atau setara Rp783,1 miliar dari penjualan investasi yang nilai awalnya hanya 163 juta lira atau sekitar Rp58,8 miliar.

Baca: Kronologi Bank Kolaps Buat Presiden Mundur Diperiksa Kejaksaan

Investasi tersebut sebagian besar berupa saham perusahaan galangan kapal Ozata Denizcilik yang dibeli pada April 2026. Harga saham perusahaan itu melonjak tajam dari sekitar 220 lira pada awal April menjadi 4.980 lira pada 15 September, tepat sebelum gejolak melanda industri dana investasi.

Dugaan manipulasi harga saham dengan volume perdagangan rendah kemudian memicu krisis likuiditas di pasar. Kondisi tersebut menyebabkan harga saham anjlok pada 16 September dan menyeret industri dana investasi ke dalam gejolak.

Kaya sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Turki pada 2016-2018 serta menjadi salah satu tokoh senior Partai AK yang berkuasa. Ia mengundurkan diri dari partai tersebut pada September setelah sebelumnya melepas jabatan sebagai wakil ketua.

Baca: Thailand Gabung 33 Negara Siaga, Warga Siapkan Tas Darurat 72 Jam

(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Kapolri Turunkan Tim Bareskrim, Selidiki Tindak Pidana Pasar Modal RI

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Senator Filep Famafma Tegaskan Pembangunan Antariksa Harus Jamin Kedaulatan Negara dan Hak Masyarakat Adat
• 10 jam lalu
0
thumb
Kejagung Geledah 6 Lokasi Terkait Korupsi Nikel Sultra, Ini Hasilnya
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Mau Naikkan Produktivitas Sawit Jadi 4 Ton per Hektare
• 7 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Bobby Rasyidin Kooperatif Kembalikan Uang, Tak Terkait PT KAI
• 3 jam lalu
0
thumb
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai Berselisih
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.