Fadli Zon: Budaya Tak akan Habis, Beda dengan Nikel dan Batu Bara

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Sumber daya alam seperti nikel dan batu bara memiliki batas pemanfaatan karena jumlahnya terbatas. Berbeda dengan itu, kebudayaan dapat terus berkembang selama ada manusia yang menjaga dan melestarikannya.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan, kebudayaan tidak akan berhenti selama masih ada penggeraknya. Dia membandingkan keberlanjutan budaya dengan sumber daya alam seperti nikel, batu bara, minyak, dan gas yang suatu saat akan habis.

"Kalau nikel, batu bara, minyak, oil and gas, semuanya akan habis, akan ada waktunya. Tapi budaya tidak akan berhenti selama ada penggeraknya, selama ada manusianya," ujar Fadli Zon dalam Apresiasi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
 
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon (kanan) dan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud), Giring Ganesha (kiri). Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang

Fadli menjelaskan, kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, ia memandang kebudayaan sebagai investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi budaya secara berkelanjutan.

Menurut dia, kebudayaan tidak seharusnya dipandang sebagai beban atau pusat pengeluaran. Sebaliknya, pemajuan kebudayaan perlu menjadi investasi yang manfaatnya dapat dirasakan pada masa kini hingga masa depan.

"Kebudayaan ini bukan cost center. Kebudayaan ini adalah menurut saya satu investasi masa kini, investasi masa depan," tegas Fadli.

Dana Abadi Kebudayaan

Untuk mendukung pemajuan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berupaya memperluas fasilitas pendanaan melalui Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan. Dana tersebut saat ini berjumlah Rp6 triliun dan direncanakan mendapat tambahan Rp2 triliun.

Fadli Zon mengajak sanggar, komunitas, padepokan, pemerintah daerah, hingga individu untuk memanfaatkan dana tersebut. Dia berharap Dana Abadi Kebudayaan dapat menjadi salah satu penggerak ekosistem pemajuan kebudayaan di berbagai daerah.

"Kementerian Kebudayaan juga ke depan ingin memberikan satu fasilitasi yang lebih luas lagi melalui Dana Abadi Kebudayaan, yang jumlahnya sekarang ini 6 triliun, mungkin akan kita tambah lagi 2 triliun lagi ya. Ini menjadi endowment fund, menjadi dana abadi yang pemanfaatannya nanti bisa mencapai 500 miliar rupiah," ungkap Fadli.
 

Baca Juga :

Mendikdasmen Mu’ti: Saya Jadi Menteri Berkat Jasa Para Guru

Sebelumnya, Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, menyampaikan AKI 2026 mencakup 12 kategori. Apresiasi diberikan untuk tujuh kategori, yakni Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum, Taman Budaya, Media, Pemerintah Daerah, Indonesianis, dan Diaspora Indonesia.

"Dalam proses penilaian, tim penilai turut mencermati bukti dan dokumen yang disampaikan para pengusul. Penilaian tidak semata-mata didasarkan pada lamanya suatu lembaga berdiri atau popularitas seorang tokoh, tetapi juga memperhatikan substansi, kontribusi, konsistensi kerja, capaian, dan relevansinya terhadap pemajuan kebudayaan," jelas Syukur.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Fadli Zon: Budaya Tak akan Habis, Beda dengan Nikel dan Batu Bara Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/PNg1veRk-fadli-zon-budaya-tak-akan-habis-beda-dengan-nikel-dan-batu-bara

(CEU)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Izinkan Liga Aspal Digelar di Jakarta, Simak Aturannya!
• 11 jam lalu
0
thumb
PPPK Paruh Waktu Naik Status, Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027
• 9 jam lalu
0
thumb
Ajudan Jokowi Jadi Saksi di Sidang dr Tifa 12 November
• 21 jam lalu
0
thumb
Republik Kalah, Trump Tuding Pemilu AS Penuh Kecurangan
• 1 jam lalu
0
thumb
Police Chief Stressed Ilegal-Tapping Case Is Purely Law Enforcement
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.