Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan tudingan adanya kecurangan dalam pemilihan umum di negaranya. Pernyataan tersebut mencuat menyusul kekalahan telak kandidat dari Partai Republik di sejumlah negara bagian.
Salah satu yang disorot tajam oleh Trump adalah hasil pemilihan Wali Kota Los Angeles. Trump menilai proses pemungutan suara tidak berjalan jujur setelah calon pilihannya, Spencer Pratt, gagal melaju ke posisi puncak. Dalam kontestasi tersebut, Nithya Raman berhasil mengungguli petahana Karen Bass.
"Saya menyaksikan pemilihan di Los Angeles dan itu merupakan proses yang sangat memalukan," ujar Trump dalam tayangan Top News Metro TV, Jumat, 6 Novemebr 2026.
Trump mengklaim banyak pihak semula memperkirakan Spencer Pratt akan lolos ke putaran final. Ia bahkan menyebut kandidat yang menang sempat mengira dirinya kalah sebelum perolehan suara berbalik.
"Namun kemudian, suara yang dibutuhkan untuk memenangkan dirinya justru ditemukan. Pemilu kita begitu penuh kecurangan, Anda bahkan tidak tahu seberapa parahnya," imbuh Trump.
Baca Juga :
Menlu AS Marco Rubio Bantah Isu Mundur dari Pemerintahan TrumpKemenangan Bersejarah di Michigan
Selain menyoroti pemilihan di Los Angeles, Trump turut menanggapi dinamika politik di Michigan. Di negara bagian tersebut, calon dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, berhasil mengalahkan kandidat Republik, Mike Rogers, dalam perebutan kursi Senat AS.
Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru, menjadikan Abdul El-Sayed sebagai warga Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat.
Usai terpilih, El-Sayed langsung menyerukan perlunya regenerasi kepemimpinan di internal Partai Demokrat dan menolak mendukung Chuck Schumer untuk kembali memimpin faksi Demokrat di Senat.
Menanggapi langkah politik tersebut, Trump menilai sikap El-Sayed yang menolak Schumer menunjukkan konsistensi sejak awal kampanye. Trump sendiri menyebut Schumer sebagai sosok politikus yang sudah lama ia kenal.





Komentar (0)