PT Pertamina Patra Niaga menanam 500 pohon di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi lingkungan sekaligus membuka potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penanaman dilakukan pada Rabu, 4 November 2026 melalui Program Biodiversity Action Plan (BAP) Tahap II. Tidak hanya menanam pohon, Pertamina Patra Niaga juga membangun instalasi perpipaan air dan kelistrikan untuk mendukung pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penghijauan yang telah dimulai pada 2025. Pertamina Patra Niaga menargetkan pengembangan kawasan hijau hingga mencapai sekitar 8 hektare, dengan pelaksanaan yang direncanakan berlanjut pada 2027. Pertamina Tanam Sonokeling hingga Kelengkeng di Bekas Tambang
Ada dua jenis tanaman yang menjadi fokus dalam program pemulihan lingkungan ini, yakni tanaman konservasi dan tanaman produktif.
Untuk tanaman konservasi, perusahaan menanam sonokeling dan mahoni. Sementara itu, kelengkeng dan sawo dipilih sebagai tanaman produktif yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Kombinasi tersebut dirancang agar penghijauan tidak hanya meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem dan membuka peluang manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Baca Juga :
Tanam 200 Pohon Buah di Pandeglang, Upaya Merawat Lingkungan untuk Masa DepanGeneral Manager Project Olefin Complex TPPI Tuban, Novriandi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pelestarian keanekaragaman hayati dan pemulihan lingkungan.
“Melalui program ini, kami berharap lahan bekas tambang kapur dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang lebih baik. Penanaman pohon konservasi dan tanaman produktif diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi, mendukung resapan air, serta menciptakan habitat yang lebih baik bagi keanekaragaman hayati," kata Novriandi dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 November 2026.
Dia menejelaskan, tanaman produktif juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Leran Wetan.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya. Libatkan Pemerintah dan Masyarakat
Dari sisi masyarakat, Kepala Desa Leran Wetan, Budi Utomo, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap kegiatan penghijauan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan warga setempat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga yang turut berkontribusi dalam pemulihan lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Pemerintah Kabupaten Tuban menyatakan dukungannya untuk terus bersinergi dalam memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Program Biodiversity Action Plan Pertamina Targetkan Penghijauan 8 Hektare di Tuban Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/VNxARqqb-program-biodiversity-action-plan-pertamina-targetkan-penghijauan-8-hektare-di-tuban
(ANN)






Komentar (0)