Kasus Penyadapan Presiden RI Juga Diberitakan Media-Media Luar Negeri, Trending di X

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto dan pejabat lainnya juga ikut diberitakan oleh media-media arus utama luar negeri pada Jumat (6/11/2026). Topik ini bahkan trending di X dengan judul "Wiretapping Scandal Strains Prabowo-Jokowi Alliance in Indonesia" (Skandal Penyadapan Merenggangkan Persekutuan Prabowo-Jokowi di Indonesia.

Media Inggris BBC menurunkan tulisan berupa analisis yang mengulas kasus penyadapan dengan judul "What to know about the presidential wiretapping scandal rocking Indonesia (Apa yang perlu diketahui tentang skandal penyadapan presiden yang mengguncang Indonesia). Mengutip analis dari sebuah institut dari Singapura, BBC menginterpretasi skandal penyadapan sebagai sebuah keretakan yang melebar antara Prabowo dan pendahulunya, Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga
  • UGM Komentari Jokowi yang Tunjukkan Ijazah S1 di Persidangan
  • Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Bertambah, Istana Terus Waspada dan Bersih-Bersih
  • Viral! Wisudawati Sisipkan Bendera Palestina di Balik Toga Kelulusan

"Posisi Listyo seperti kita ketahui, adalah sangat dekat dengan Jokowi," kata Made Supriatma, peneliti dari ISEAS-Institut Yusof Ishak kepada BBC.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Reuters menurunkan laporan berjudul, "Indonesia names fourth senior police officer as wiretapping suspect amid deepening political rifts" (Indonesia menetapkan pejabat senior polisi keempat sebagai tersangka penyadapan di tengah mendalamnya keretakan politik). Tersangka keempat yang dimaksud Reuters adalah polisi berinisial SU yang diketahui adalah Slamet Uliandi.

Laporan Reuters dilansir oleh media Singapura, Strait Times dengan judul yang sama. Sementara, laman Asia Link menurunkan artikel opini dari asisten profesor dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang mengulas sejarah persekutuan politik Prabowo dan Jokowi hingga keretakan terjadi menyusul terungkapnya skandal penyadapan pada 3 November.

What to know about the presidential wiretapping scandal rocking Indonesia https://t.co/SVI05YeLYa

— BBC News (World) (@BBCWorld) November 6, 2026

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kalah di Pemilu Sela, Trump Hadapi Dilema soal Kelanjutan Perang Iran
• 18 jam lalu
0
thumb
Tertawakan Jokowi Unjuk Ijazah, Roy Suryo: Itu Palsu! | KOMPAS PETANG
• 6 jam lalu
0
thumb
Kawal Arahan Dasco, Andre Rosiade Pastikan Refund Konsumen ADCP Cair Desember 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Mahfud Dorong Putusan MA soal Suket Gibran Diselesaikan di DPR
• 8 jam lalu
0
thumb
Pramono Restui Liga Aspal Digelar di Jakarta, Redam Tawuran melalui Olahraga
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.