Eks Kapolri Listyo Sigit Cs Jadi Tersangka, Kepala BIN Sebut Kasus Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian serius dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.

Dia bahkan menilai tindakan tersebut sudah mengarah pada dugaan makar, bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Pernyataan itu disampaikan Herindra saat berada di Istana Kepresidenan, Jakarta Jumat (6/11/26).

Baca Juga :
Pesan Istana ke Tim Khusus Usut Kasus Penyadapan Prabowo: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi!
PKB dan Demokrat Kecam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Cak Imin Sebut Kurang Ajar dan AHY Nyatakan Ancaman

Saat ditanya wartawan mengenai kasus penyadapan yang menyeret sejumlah petinggi Polri, Herindra memberikan penilaian tegas.

"Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar. Itu saja," ujarnya.

Meski melontarkan penilaian tersebut, Herindra tidak menguraikan lebih jauh alasan maupun dasar yang membuatnya menyebut dugaan penyadapan itu mengarah pada tindakan makar.

Kedatangan Herindra ke Istana sendiri untuk menyampaikan sejumlah laporan kepada Presiden Prabowo. Namun, dia tidak merinci isi laporan yang hendak disampaikan kepada kepala negara.

"Saya harus ada yang dilaporkan ke presiden," kata Herindra.

Dalam kasus ini, Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP); Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso (EH); dan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN).

Dalam perkembangan kasus ini, Bareskrim juga menetapkan mantan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri, Irjen Pol Slamet Uliandi (SU), sebagai tersangka baru.

Slamet disebut memiliki peran sebagai pembina MC Bareskrim Polri dan pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Monitoring Bareskrim Polri pada periode 2010-2019.

Baca Juga :
Prabowo Mau Bangun Museum Agung Nasional di Monas: Jadi Pusat Sejarah, Pendidikan dan Hiburan
Mahfud MD Bongkar Rahasia 2021: Listyo Sigit Ternyata Tidak Masuk 3 Besar Calon Kapolri, tapi Jokowi Tetap Memilihnya
Pesan Ariyo Windutomo Usai Jadi Plt Kepala KSP Gantikan Listyo Sigit, Singgung Soal Integritas dan Kesetiaan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Buka Opsi Pemanfaatan Lahan Eks Kebakaran untuk PSN Pangan dan Energi
• 5 jam lalu
0
thumb
DSI Tegaskan Hanya Sebagai Perantara Ekspor, Tidak Beli Langsung Komoditas dari Perusahaan
• 6 jam lalu
0
thumb
IHSG Sesi 1 Merosot 1,97 Persen ke Level 4.931,39
• 9 jam lalu
0
thumb
Kalah di Pemilu Sela, Trump Hadapi Dilema soal Kelanjutan Perang Iran
• 12 jam lalu
0
thumb
BSU 2026 Mulai Disalurkan November hingga Desember: Cek Syarat dan Akses Portal Resminya
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.