Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 4 Kilometer

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis siang, 5 November 2026. Selain letusan, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 3 hingga 4 kilometer dari puncak kawah.

Luncuran awan panas guguran tersebut terpantau mengarah ke sektor tenggara dan selatan. Berdasarkan data pos pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini tercatat di instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak korban jiwa maupun kerusakan bangunan permukiman. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tingkat aktivitas Gunung Semeru saat ini masih bertahan di Level III (Siaga).
 

Baca Juga :

Banjir Lahar dan Longsor Semeru Rusak 10 Rumah

PVMBG dan BPBD mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di radius 5 kilometer dari puncak kawah, serta menjauhi sektor sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Imbauan untuk Penambang Pasir di Aliran Lahar
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga memonitor fluktuasi aktivitas Semeru dari sejumlah pos pantau, termasuk Pos Oro-oro Ombo dan pos pantau di Curah Kobokan.

"Untuk kesiapan dari BPBD sendiri, kita terus memonitor yang ada di pos Oro-oro Ombo maupun di Curah Kobokan," kata Yudhi, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Kamis, 5 Oktober 2026.

Yudhi secara khusus mengimbau para warga dan para penambang pasir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) lahar Semeru agar senantiasa waspada dan mematuhi batas zona bahaya.

"Imbauan kepada warga, terutama para penambang di aliran DAS Semeru, untuk tetap siaga dan mengetahui perkembangan situasi, khususnya pada titik-titik rawan," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pakar IT Ungkap Cara Mengetahui HP Disadap Lewat Metode Canary Trap
• 23 jam lalu
0
thumb
Kasus penyadapan, Bakom ajak masyarakat dukung Polri usut tuntas
• 2 jam lalu
0
thumb
Bobotoh Bikin AAMI Park Serasa Kandang Persib, Media Australia Sampai Terheran-heran
• 1 jam lalu
0
thumb
Pengamat Siber Jelaskan Cara Kerja LIMS yang Dipakai Sadap Presiden: Bisa Akses Aktivitas Telepon – SMS dan OTP WhatsApp
• 17 jam lalu
0
thumb
Jim Croque Kenang Momen Gagal Lolos Seleksi untuk Dinaturalisasi: Saat Itu Saya Nangis
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.