BKPM Dorong Hilirisasi Timah Jadi Bahan Baku Industri Kimia dan Elektronik, Indonesia Miliki Cadangan Terbesar Kedua

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong pengembangan hilirisasi timah di Indonesia hingga menghasilkan senyawa kimia timah atau tin chemical yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri manufaktur, termasuk industri botol dan peralatan berbasis timah.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, menyatakan bahwa pengolahan timah nasional perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya berhenti pada produksi timah solder.

Menurutnya, pengembangan produk turunan timah dengan nilai tambah lebih tinggi dapat memperluas pemanfaatan sumber daya mineral nasional sekaligus mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.

"Kami ingin sebetulnya ada namanya tin chemical. Ini yang diperlukan untuk industri botol, untuk peralatan-peralatan lain yang ada unsur timahnya," ucap Heldy di sela-sela Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Heldy menilai pengembangan industri kimia berbasis timah menjadi salah satu peluang untuk memperkuat rantai pasok industri nasional yang membutuhkan bahan baku berbasis mineral tersebut.

Indonesia Miliki 16,3 Persen Cadangan Timah Dunia

Heldy mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan cadangan timah terbesar di dunia, dengan kontribusi sekitar 16,3 persen dari total cadangan global.

Besarnya cadangan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pemerintah untuk memperluas industri pengolahan timah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Menurutnya, hilirisasi timah tidak seharusnya hanya menghasilkan produk pengolahan awal seperti timah solder, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur yang lebih luas.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah industri elektronik karena timah digunakan dalam berbagai komponen dan peralatan elektronik.

Heldy menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku mineral di dalam negeri dapat menjadi keunggulan Indonesia dalam membangun industri elektronik yang mampu bersaing dengan negara lain.

"Harapan akhirnya, industri elektronik di Indonesia bisa berkembang pesat dibandingkan negara-negara lain, karena bahan bakunya kita memiliki semua," ujar Heldy.

Ia berharap pengembangan hilirisasi timah dapat mengikuti keberhasilan hilirisasi nikel yang telah membentuk ekosistem industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis nikel di Indonesia.

"Semua orang bahas nikel, hari ini pun nikel jadi contoh. Saya berharap timah pun bisa menjadi seperti itu," ujar Heldy.

Produksi PT Timah Meningkat hingga 75 Persen pada Semester I 2026

Di tengah dorongan pemerintah memperluas hilirisasi, kinerja produksi PT Timah menunjukkan peningkatan pada semester pertama 2026.

Produksi bijih timah perseroan tercatat mencapai 12.232 ton Sn atau meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton atau tumbuh 58 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut menunjukkan pertumbuhan aktivitas produksi PT Timah, baik pada sektor penambangan bijih maupun pengolahan logam timah.

Selain meningkatkan produksi, PT Timah juga berencana melanjutkan kolaborasi dengan satuan tugas dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengamanan kegiatan operasional perusahaan.

Perseroan turut menyiapkan penguatan penggunaan teknologi dalam sistem pengamanan internal guna mendukung pengawasan aktivitas perusahaan.

Investasi Hilirisasi Nasional Tembus Rp480 Triliun

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani sebelumnya mengungkapkan bahwa realisasi investasi Indonesia hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun.

Investasi tersebut tercatat menyerap sebanyak 2,19 juta tenaga kerja baru di berbagai sektor perekonomian nasional.

Dari total realisasi investasi tersebut, sektor hilirisasi menyumbang Rp480 triliun sepanjang Januari hingga September 2026.

Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp335,1 triliun, mencakup berbagai komoditas seperti nikel, bauksit, besi baja, tembaga, dan pasir silika.

Selain mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi sebesar Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan sebesar Rp7,3 triliun.

Rosan menyampaikan bahwa sebagian besar investasi hilirisasi nasional terealisasi di wilayah luar Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 78 persen.

"Kedua, perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun. Tetapi, memang khusus untuk realisasi luar Jawa investasinya itu mencapai 78 persen dari total investasi (hilirisasi)," kata Rosan.

Hilirisasi Timah Diharapkan Perkuat Industri Manufaktur Nasional

Pengembangan tin chemical menjadi salah satu arah kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan komoditas timah sebagai bahan baku industri bernilai tambah tinggi.

Dengan cadangan timah yang mencapai sekitar 16,3 persen dari total cadangan dunia, Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat industri pengolahan mineral sekaligus mengembangkan rantai pasok manufaktur domestik.

Pemerintah berharap pengembangan produk turunan timah dapat mendukung pertumbuhan industri elektronik, memperluas peluang investasi, dan meningkatkan nilai ekonomi sumber daya mineral nasional.

Dorongan hilirisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri dalam negeri agar pemanfaatan timah tidak hanya terbatas pada produk pengolahan awal, tetapi berkembang menjadi bahan baku berbagai sektor manufaktur.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KUD Tani Jaya Madiun Kembangkan Lima Unit Usaha, Diperkuat Pendampingan Bank Indonesia
• 3 jam lalu
0
thumb
Transformasi Medan di Tangan Rico Waas: Dari Pembenahan Infrastruktur Hingga Digitalisasi Pelayanan
• 1 jam lalu
0
thumb
Sidang Putusan Eks Ketua Ombudsman soal Korupsi Tambang Nikel Digelar Hari Ini
• 12 jam lalu
0
thumb
Bulog beli 200 kilogram telur dari peternak Morela
• 8 jam lalu
0
thumb
Soal Pengerahan Personel ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI AD
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.