KUD Tani Jaya Madiun Kembangkan Lima Unit Usaha, Diperkuat Pendampingan Bank Indonesia

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

KUD Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, mengembangkan lima unit usaha untuk melayani anggota dan masyarakat.

Unit penggilingan padi berperan dalam menjaga ketersediaan beras melalui proses pengolahan hingga pengemasan secara mandiri.

Pendampingan Bank Indonesia sejak 2023-2024 mendorong penguatan pertanian, digital farming, dan pemasaran koperasi.

Omzet usaha pertokoan dilaporkan meningkat sekitar 15-20 persen setelah mendapatkan pembinaan Bank Indonesia.

Madiun (beritajatim.com) – Koperasi Konsumen Unit Desa (KKUD) Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, terus mengembangkan berbagai unit usaha untuk memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. Melalui lima sektor usaha yang dikelola, koperasi ini juga mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan pasokan beras di daerah.

Perkembangan koperasi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri tersebut menjadi salah satu objek kunjungan dalam kegiatan Harmoni (Hadir Untuk Membangun Kolaborasi, Edukasi dan Sinergi) Media Mitra KPwBI Kediri, pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini diikuti wartawan dari wilayah kerja Karesidenan Kediri dan Karesidenan Madiun.

Kepala Seksi Kehumasan KPwBI Kediri, Andriyono Raharjo, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperlihatkan secara langsung kontribusi koperasi dalam rantai pasok pangan, khususnya dari sisi hilir, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia, tetapi juga membutuhkan dukungan pelaku usaha serta lembaga ekonomi masyarakat, termasuk koperasi.

“Tanpa disadari, proses bisnis yang dilakukan KUD ini sebenarnya memberikan efek dalam penanganan inflasi. Salah satunya melalui unit usaha penggilingan padi, mulai dari pengolahan hingga pemasaran,” ujarnya.

Andriyono berharap media dapat menyampaikan informasi mengenai peran koperasi dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan kepada masyarakat. Dengan begitu, publik dapat memahami bahwa pengendalian inflasi juga melibatkan berbagai aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Lima Unit Usaha Jadi Penggerak Ekonomi Koperasi

Ketua KUD Tani Jaya, Suparno, menjelaskan koperasi yang berdiri sejak 1975 tersebut kini memiliki lima unit usaha, yakni simpan pinjam, pengadaan pupuk, penggilingan padi atau Rice Milling Plant (RMP), perdagangan atau pertokoan, serta pelayanan jasa.

Seluruh unit usaha itu dijalankan oleh 32 karyawan dan karyawati untuk memenuhi kebutuhan anggota maupun masyarakat umum.

Menurut Suparno, pengembangan usaha dilakukan melalui inovasi dan perluasan pelayanan agar koperasi semakin memberikan manfaat bagi anggotanya. Sektor pertokoan dan simpan pinjam menjadi salah satu penopang utama aktivitas usaha.

KUD Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, mengembangkan lima unit usaha

Bahkan, melalui pendampingan dan pembinaan Bank Indonesia, unit usaha pertokoan KUD Tani Jaya mencatatkan perkembangan positif dengan capaian omzet yang dilaporkan mencapai lebih dari Rp1 miliar per tahun.

“Kami berupaya agar KUD terus berkembang dan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Karena tujuan utama koperasi adalah memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Suparno.

Di antara lima unit usaha tersebut, penggilingan padi memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pengolahan hasil panen dan ketersediaan beras.

Olah Gabah Sendiri untuk Jaga Pasokan Beras

Manajer KUD Tani Jaya, Sarwono, menjelaskan unit penggilingan padi tidak hanya membeli gabah dari petani. Koperasi juga melakukan pengeringan, pengolahan, hingga pengemasan beras sebelum dipasarkan.

Beras kualitas medium hasil produksi koperasi kemudian dijual melalui gerai pertokoan milik KUD Tani Jaya dan didistribusikan kepada sejumlah koperasi mitra, termasuk koperasi wanita di wilayah Kabupaten Madiun.

“Kami mengambil gabah, kemudian diproses dan dikemas sendiri. Dengan begitu, beras yang dijual di toko KUD bisa memiliki daya saing harga. Untuk kelas medium, kami upayakan harganya lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis di pasaran,” terang Sarwono.

Koperasi juga melakukan penampungan gabah untuk menjaga keberlangsungan produksi. Langkah ini menjadi salah satu strategi mengantisipasi perubahan pasokan dari wilayah sekitar sehingga ketersediaan bahan baku penggilingan tetap terjaga.

Model usaha tersebut membuat KUD Tani Jaya tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi petani, tetapi juga menjadi bagian dari rantai distribusi pangan, mulai dari hasil panen hingga beras siap dipasarkan.

Perluas Pertokoan dan Siapkan Gerai Baru

Selain sektor pertanian, KUD Tani Jaya juga memperkuat usaha perdagangan. Saat ini, koperasi telah mengoperasikan empat gerai pertokoan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun.

Pengelolaan pertokoan telah menggunakan sistem komputerisasi dengan konsep pelayanan ritel modern. Pembenahan manajemen dan strategi pemasaran terus dilakukan untuk menghadapi persaingan usaha.

Koperasi bahkan tengah mempersiapkan pengembangan gerai baru di Desa Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Sarwono mengatakan daya saing harga kebutuhan pokok menjadi salah satu strategi utama untuk menarik konsumen. Komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula menjadi perhatian karena termasuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Kuncinya di toko besar itu kebutuhan sembako harus punya daya saing. Beras, minyak, gula harus bisa memberikan harga yang menarik bagi konsumen. Kami juga terus mengembangkan strategi promosi dan pemasaran,” jelasnya.

KUD Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, mengembangkan lima unit usaha

Pendampingan BI Dorong Digital Farming dan Pemasaran

KUD Tani Jaya mendapatkan dukungan pendampingan dan pembinaan dari Bank Indonesia sejak 2023-2024. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kapasitas petani, serta mengembangkan pemasaran berbasis digital.

Di sektor pertanian, BI memfasilitasi pelatihan bagi kelompok tani, termasuk penerapan pemupukan ramah lingkungan dan pengembangan demplot budidaya padi.

Petani juga diperkenalkan dengan teknologi digital farming berupa perangkat untuk mengukur tingkat keasaman tanah atau pH, mengetahui kebutuhan pupuk, serta membantu menentukan langkah budidaya yang lebih efektif.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membuat penggunaan pupuk lebih efisien sekaligus membantu petani menjaga produktivitas pertanian.

Sementara itu, pada sektor perdagangan, pendampingan difokuskan pada penguatan digital marketing agar pertokoan koperasi mampu mengikuti perubahan pola belanja masyarakat dan bersaing dengan ritel modern.

Sarwono menyebut dampak pembinaan tersebut mulai terlihat pada perkembangan usaha pertokoan. Setelah mendapatkan pendampingan, omzet usaha dilaporkan mengalami peningkatan sekitar 15-20 persen.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pendampingan dan pembinaan, perkembangannya cukup baik. Kalau dihitung, ada kenaikan omzet kurang lebih 15 sampai 20 persen,” ungkapnya.

Suparno bersama jajaran pengurus berharap KUD Tani Jaya terus berkembang, memperluas manfaat usaha, serta mempertahankan perannya sebagai mitra strategis petani dan masyarakat.

Perjalanan KUD Tani Jaya menunjukkan bagaimana koperasi dapat menghubungkan sektor pertanian, pengolahan pangan, perdagangan, dan pelayanan masyarakat. Peran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan serta harga kebutuhan pokok yang kompetitif. [nm/but]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mualem Temui Prabowo, Bahas Otsus hingga Kepastian Hukum Bendera Aceh
• 21 jam lalu
0
thumb
Cara perpanjang paspor online, ini syarat dan biayanya
• 14 jam lalu
0
thumb
Basarnas Tutup Operasi SAR KM Virgo, 53 Orang Belum Ditemukan
• 23 jam lalu
0
thumb
QRIS Bisa Jadi Celah Penipuan, Ini 4 Cara Aman Sebelum Scan Kode
• 51 menit lalu
0
thumb
Ruben Onsu Bawa Dua Saksi, Siap Bongkar Kelakuan Sarwendah ke Anak: Nanti Akan Terjawab
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.