Rafael Dante berhasil meraih medali perunggu di Cross Roller Games 2026. Ia menempati posisi ketiga dalam kategori skate cross U9, setelah bersaing dengan banyak peserta anak laki-laki seusianya. Pencapaian ini menjadi salah satu bagian dari perjalanan prestasi Dante menekuni olahraga sepatu roda.
Sang ibu, Carla, bercerita bahwa ketertarikan Dante pada olahraga tersebut bermula ketika ia melihat anak temannya bermain sepatu roda.
Saat itu, Carla dan keluarga sedang berada di Surabaya. Mereka kemudian mencoba memperkenalkan olahraga tersebut kepada Dante. Tak disangka, anaknya justru menunjukkan ketertarikan yang besar.
Sejak saat itu, Carla dan suami memilih untuk mendukung minat sang anak. Bagi mereka, keputusan untuk mengikuti suatu kegiatan sebaiknya juga datang dari keinginan anak sendiri.
"Jadi kalau misalnya anaknya suka ya kita support. Cuma kalau misalnya anaknya nggak suka ya buat apa kita support. Jadi kita pertanyaan pertama-tama memang bertanya sama dia. Dante mau ikut ini nggak? Dante mau ikut itu nggak? Jadi semuanya ya tergantung dari diri dia sendiri sih," cerita Carla pada kumparanMOM, Rabu (4/11).
Cara Orang Tua Dampingi Dante Berlatih Sepatu RodaDalam perjalanannya berlatih sepatu roda, rasa bosan dan lelah tentu pernah dialami Dante. Carla menyebut, anaknya juga termasuk sensitif sehingga terkadang menangis ketika merasa kelelahan.
Namun, Carla dan suami berusaha memberikan motivasi agar Dante tetap mau belajar dan berusaha. Mereka juga mengingatkan bahwa kemampuan tidak bisa didapatkan secara instan.
Di sisi lain, Carla memastikan kegiatan latihan tetap seimbang dengan waktu bermain. Sebab, menurutnya, anak tetap membutuhkan kesempatan untuk menikmati masa kecilnya.
"Terus sebenarnya kalau Dante itu memang ada mainnya juga. Terus juga ada latihannya itu harus balance sih sebenarnya. Jadi anaknya juga nggak kekurangan buat main," ujarnya.
Pendidikan juga tetap menjadi prioritas keluarga. Carla mengatakan, sekolah Dante selalu menjadi nomor satu. Meski beberapa kompetisi berlangsung pada hari sekolah, pihak sekolah turut memberikan dukungan dengan mengizinkan Dante mengikuti perlombaan.
Tidak Menuntut Anak Harus Selalu MenangBagi Carla dan suami, mendampingi anak menekuni suatu bidang bukan berarti harus memasang target prestasi yang tinggi. Mereka tidak ingin Dante merasa terbebani dengan tuntutan untuk selalu menjadi juara.
Menurut Carla, menang dan kalah merupakan bagian dari proses yang perlu dikenalkan kepada anak. Ketika Dante belum berhasil memenangkan perlombaan, orang tua cukup memberikan motivasi agar ia tetap semangat.
"Untungnya kita nggak begitu. Having fun aja. Karena memang kalau masih anak kecil kayak gitu kan sebenarnya mereka juga masih mencari nih, masih mencari jati diri dia kan. Jadi ya kita sebagai orang tua sebenarnya kita support aja. Kalau anaknya mau ya ayo. Kalau misalnya anaknya nggak mau ya udah," ungkap Carla.
Kini, setelah hampir setahun menekuni sepatu roda, Dante sudah mengumpulkan hampir 100 medali. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan dan pengalaman yang ia dapatkan selama berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi.
Bagi keluarga Carla, yang terpenting bukan hanya medali yang berhasil dibawa pulang, tetapi juga kesempatan bagi Dante untuk mengenali minat, belajar berproses, dan menikmati kegiatan yang disukainya.






Komentar (0)