Menko Muhaimin Minta Produk UMKM Binaan Pemerintah Diprioritaskan di Harbolnas 2026, Target Transaksi Capai Rp40 Triliun

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta sejumlah platform perdagangan elektronik atau e-commerce menyediakan ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan pemerintah dalam gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 yang menargetkan transaksi mencapai Rp40 triliun.

Permintaan tersebut disampaikan Muhaimin saat menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) bersama sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta.

"Harbolnas ini menjadi momentum yang harus kita manfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM. Jangan sampai produk-produk yang sudah dibina pemerintah justru tidak mendapatkan ruang untuk tampil di platform digital," kata Muhaimin di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Muhaimin menilai momentum belanja daring nasional perlu dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat yang telah mengikuti berbagai program pemberdayaan pemerintah.

Muhaimin Dorong Platform Digital Buka Akses Pasar bagi UMKM

Muhaimin menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, asosiasi perdagangan elektronik, dan perusahaan platform digital untuk memastikan pelaku UMKM memperoleh kesempatan bersaing di pasar daring.

Menurutnya, keberhasilan Harbolnas tidak hanya perlu dilihat dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari keterlibatan pelaku usaha kecil dalam ekosistem perdagangan digital.

Ia menginginkan produk-produk hasil pembinaan pemerintah mendapatkan ruang promosi yang memadai sehingga mampu menjangkau lebih banyak konsumen.

Selain akses pemasaran, Muhaimin juga menyoroti pentingnya pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan daya saing UMKM.

Dalam pertemuan tersebut, Muhaimin mendorong tindak lanjut kerja sama antara Kemenko PM, idEA, dan sejumlah perusahaan perdagangan elektronik untuk memperluas pemasaran produk UMKM binaan pemerintah.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung produk hasil pembinaan sejumlah kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM.

Kementerian yang dimaksud antara lain Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Melalui keterlibatan berbagai kementerian tersebut, pemerintah berharap produk hasil pemberdayaan masyarakat dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk dipasarkan selama Harbolnas 2026.

Transaksi Harbolnas 2025 Capai Rp36,4 Triliun

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Syarif Hidayatullah, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Harbolnas 2025 mencatatkan transaksi sebesar Rp36,4 triliun.

Capaian tersebut melampaui target transaksi yang sebelumnya ditetapkan pada kisaran Rp33 triliun hingga Rp34 triliun.

Menurut Syarif, total nilai transaksi Harbolnas 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 17 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dari keseluruhan transaksi tersebut, pembelian produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi produk dalam negeri terhadap aktivitas perdagangan digital selama pelaksanaan Harbolnas.

"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Syarif.

Syarif menegaskan bahwa pengembangan ekosistem perdagangan digital perlu diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

idEA Siapkan Tiga Agenda Pemberdayaan UMKM

Dalam mendukung penguatan pelaku usaha lokal, idEA mendorong tiga agenda utama pemberdayaan masyarakat melalui ekosistem perdagangan digital.

Agenda pertama adalah peningkatan kapasitas UMKM melalui program edukasi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produknya.

Agenda kedua berfokus pada pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus yang ditujukan untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kewirausahaan.

Sementara agenda ketiga diarahkan pada perluasan akses pasar produk lokal melalui kegiatan promosi dan bazar yang melibatkan pelaku usaha dalam negeri.

Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari upaya idEA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan transaksi, tetapi juga penguatan kapasitas pelaku usaha.

Harbolnas 2026 Digelar pada 10–16 Desember

Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 10 hingga 16 Desember 2026, dengan target nilai transaksi mencapai Rp40 triliun.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi Harbolnas 2025 yang mencapai Rp36,4 triliun.

Pemerintah berharap penyelenggaraan Harbolnas tahun ini dapat menjadi sarana memperluas pemasaran produk UMKM binaan sekaligus meningkatkan kontribusi produk lokal terhadap transaksi perdagangan elektronik nasional.

Melalui kolaborasi pemerintah, idEA, dan pelaku platform digital, produk UMKM hasil pemberdayaan diharapkan memperoleh akses promosi, pendampingan, serta peluang pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan daya saing produk dalam negeri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Warteg Didatangi Petugas Pajak, Menteri UMKM Jelaskan Aturannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI Tata Kabel Semrawut Sepanjang 3 Km di Kembangan
• 36 menit lalu
0
thumb
Tak Hanya Benahi Tanah Abang, Pramono akan Atasi Persoalan Premanisme, Parkir Liar hingga Peredaran Obat
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Siapkan Pembenahan Tanah Abang Atasi Premanisme hingga Peredaran Obat
• 1 jam lalu
0
thumb
Batalkan Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, KAI Lebih Memilih Kereta Baru Buatan INKA
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.