Tak Hanya Benahi Tanah Abang, Pramono akan Atasi Persoalan Premanisme, Parkir Liar hingga Peredaran Obat

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan pembenahan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Bahkan, ia juga akan atasi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, seperti parkir liar, premanisme hingga penjualan obat-obatan terlarang.

Bahkan kata dia, penataan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pasar Jaya, dan Sarana Jaya. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan oleh Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta.

Baca Juga :
Pramono Anung Buka Suara soal Banyak Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta
KJMU Telat Cair, Pramono Minta Maaf dan Janji Dana Masuk Maksimal 6 November

"Dalam rapat juga disetujui untuk penataan kawasan Tanah Abang, baik itu Blok A, B, C, D, E, F, hal yang berkaitan dengan parkir liar, hal yang berkaitan dengan premanisme, penjualan obat-obatan, dan sebagainya," ucap Pramono seusai memimpin rapat bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan Kecamatan Tanah Abang di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Kamis (5/11/2026).

Pramono menegaskan penataan tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga merugikan masyarakat, terutama para pedagang yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut. Dia ingin penataan tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian warga.

"Karena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan ataupun dengan tindakan yang berlebihan, tapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi," ujarnya.

Menurutnya, penataan akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas perekonomian masyarakat tetap berjalan. Pramono juga menyoroti persoalan parkir di kawasan Tanah Abang.

"Saya nggak mau parkirnya di lantai 10. Siapa mau jalan-jalan sampai dengan lantai 10 hanya untuk parkir? Tetapi kita tata secara gradual yang paling penting adalah kehidupannya mulai berjalan dengan baik dan juga masyarakat itu tidak kehilangan periuk nasinya," bebernya.

Pramono kemudian mencontohkan penataan di kawasan Kramat Jati yang menurutnya dapat menjadi pembelajaran. Saat itu, pedagang diberikan fasilitas untuk berjualan di area lobi secara gratis selama enam bulan.

"Belajar dari penyelesaian yang ada di Kramat Jati ketika dimasukkan ke lobi, diberikan gratis selama 6 bulan dan sebagainya, itu salah satu contoh cara menyelesaikan yang ada," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Tanah Abang Dwiarti Indriati Utami mengatakan penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri berbagai persoalan yang selama ini terjadi, termasuk praktik premanisme.

Baca Juga :
Pramono Tegaskan JIS Bakal Tetap Jadi Kandang Persija Meski Dipakai Konser
Soal Perubahan Waktu Pencairan KJMU Tahap II Tahun 2026, Pemprov DKI Sampaikan Permohonan Maaf
Pramono Segera Putuskan soal Usulan 76 Taman di Jakarta Dibuka 24 Jam

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Hujan Ekstrem Februari, Pramono Kebut Normalisasi Sungai
• 8 jam lalu
0
thumb
Kasus Penyadapan Presiden, Gerindra: Mau Geng Solo atau Geng Oslo, Hukum ya Hukum!
• 8 jam lalu
0
thumb
Surplus Neraca Perdagangan September 2026 Menyusut, Mendag: Tren Perdagangan Tetap Kuat
• 17 jam lalu
0
thumb
Siasat Pekerja Jakarta. Cukupkah Hidup Irit di Kamar Sempit?
• 9 jam lalu
0
thumb
Polres Dairi Ungkap 2 Pelaku Pencurian di Sidikalang
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.