Aceh Barat Daya: Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menurunkan tim teknis untuk meninjau kondisi jembatan di Desa Cot Simantok, Kecamatan Babahrot. Jembatan tersebut terancam amblas akibat tergerus luapan air sungai dan segera diperbaiki.
"Kami sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi fisik abutmen jembatan itu. Tahun ini memang sudah ada alokasi anggaran perbaikan, hanya saja pengerjaan oleh pihak rekanan belum bisa dimulai karena debit air sungai masih sangat besar," kata Kepala PUPR Abdya, Rahwadi, di Abdya, dikutip dari Antara, Kamis, 5 November 2026.
Jembatan sepanjang sekitar 160 meter itu menghubungkan Desa Pante Cermin dengan Desa Cot Simantok di Kecamatan Babahrot, kini dilaporkan dalam kondisi kritis. Jembatan tersebut terancam amblas akibat luapan sungai.
Baca Juga :
Jembatan Darurat di Aceh Tenggara Ambruk Diterjang Arus Sungai AlasRahwadi mengatakan, perbaikan jembatan diprioritaskan tahun ini untuk mencegah abutmen ambruk. Penanganan juga akan dilengkapi pembangunan penahan tebing agar lebih permanen.
Menurutnya, diperlukan pembangunan struktur penahan tebing tambahan sepanjang kurang lebih 200 meter. Khususnya di kawasan tepi sungai yang berbatasan langsung dengan Desa Cot Simantok.
"Tebing di sebelah Desa Cot Simantok itu sangat rawan erosi jika terjadi banjir karena posisinya yang relatif rendah. Jadi, ke depan harus dibangun tanggul batu gajah penahan tebing di sana agar pengikisan tanah tidak terus meluas dan mengancam stabilitas jembatan," ujar Rahwadi.
Tiang-tiang penyangga di bawah struktur abutment Jembatan Cot Simantok, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya mulai terekspos jelas ke permukaan akibat terus-menerus tergerus air sungai, di Abdya, Rabu, 4 November 2026. (ANTARA/Suprian)
Warga Kecamatan Babahrot, Yek Adi, mengatakan tiang penyangga di bawah abutmen jembatan mulai terlihat ke permukaan. Kondisi itu terjadi akibat terus-menerus tergerus arus sungai.
Selain curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Krueng Babahrot meluap, aktivitas penambangan material galian C di sekitar sungai diduga mempercepat pendangkalan dasar sungai. Kondisi ini turut memperparah kerusakan pelindung kaki jembatan.
"Jarak sekitar 200 meter dari jembatan ada pengambilan galian C untuk kebutuhan batu pecah (split), kerikil, dan pasir. Ini perlu ditinjau ulang untuk antisipasi robohnya jembatan," demikian Yek Adi.





Komentar (0)