Fundamental Bisnis Kuat, SeaBank Konsisten Jaga Pertumbuhan Positif

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - DI tengah kondisi ketidakpastian global, SeaBank berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp362,7 miliar selama periode Juli hingga September 2026. Sementara di sepanjang sembilan bulan, SeaBank berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,11 triliun.

Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley menuturkan, pencapaian ini mempertegas keberhasilan model bisnis digital yang dijalankan perusahaan dengan memadukan pertumbuhan kredit, efisiensi biaya bank, biaya dana maupun biaya operasional lainnya.

"Pencapaian laba bersih ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat. Kami bersyukur nasabah semakin aktif menjadikan SeaBank sebagai platform transaksi keuangan utama mereka. Di saat yang sama, kami tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit dan disiplin menjaga efisiensi operasional. Ke depan, SeaBank akan terus memperkuat infrastruktur teknologi dan keamanan, serta menghadirkan fitur dan produk-produk baru demi menghadirkan layanan perbankan digital yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Sasmaya dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).


Selain itu, kondisi permodalan perseroan juga berada pada level yang sangat memadai untuk menopang ekspansi bisnis masa depan, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) terjaga di level 20,05%.

Ekspansi kredit tetap diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan manajemen risiko yang disiplin. Hasilnya, kualitas aset tetap terjaga prima dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan / NPL) Gross di level 1,84%, membaik dari 1,88% pada September 2025 dan NPL Net di level 0.14%, membaik dari 0.16% pada September 2025, berada jauh di bawah batas toleransi regulator sebesar 5% Penyaluran kredit SeaBank tercatat menjadi Rp42,86 triliun, naik dari Rp28,58 triliun pada akhir September 2025..

Peningkatan profitabilitas yang signifikan tersebut sejalan dengan ekspansi neraca keuangan perseroan. Total aset SeaBank tumbuh menjadi Rp58,42 triliun, naik Rp 39,6 triliun pada akhir September 2025. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh akselerasi fungsi intermediasi. Kenaikan ini didorong oleh penguatan skema pinjaman langsung (direct lending), kolaborasi kemitraan, serta integrasi ekosistem digital.

Baca: Siapkan Mental! Besok Ada Pengumuman Penting yang Bisa Guncang RI

Perluasan Ekosistem Digital dan Akses Layanan

Pertumbuhan fundamental keuangan yang kokoh tersebut sejalan dengan ekspansi basis pengguna SeaBank yang kini telah menembus lebih dari 39 juta nasabah hingga akhir September 2026. Tingginya loyalitas pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang mencapai kisaran lebih dari 21 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian menembus kisaran Rp8,2 triliun selama bulan September 2026.

Pengakuan dari lembaga pemeringkat independen semakin memperkuat fundamental prospek bisnis SeaBank dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Fitch ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang pertama untuk SeaBank pada level AA+(idn) dengan outlook stabil.

Peringkat ini merupakan penilaian Fitch terhadap profil kredit SeaBank, termasuk ekspektasi dukungan dari Sea Limited sebagai pemegang saham pengendali, serta peran strategis SeaBank dalam bisnis layanan keuangan digital di Indonesia.

Kemudahan akses, kecepatan transaksi dan keandalan layanan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pengalaman perbankan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan survei lembaga riset Ipsos yang dirilis pada September 2026 SeaBank mencatat persepsi positif tertinggi di antara bank digital yang disurvei pada aspek kelancaran dan kecepatan respons transaksi sebesar 67%, serta stabilitas aplikasi dengan minim gangguan sebesar 66%. SeaBank juga mencatat 56% pada aspek kemudahan dalam memahami tampilan aplikasi dan 54% pada kemudahan membuka rekening. Hasil ini mempertegas inovasi layanan digital yang berorientasi pada kemudahan, kenyamanan dan kebutuhan nasabah.

Baca: Q3 Belum Ada Apa-Apanya, Tekanan Ekonomi RI akan Terasa Akhir 2026


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: 9M-2026, BNI Bukukan Laba Bersih Rp16,12 Triliun

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Kebal Hukum! Yusril: Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan Ilegal
• 4 jam lalu
0
thumb
Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China
• 21 jam lalu
0
thumb
KLH Siapkan 67 Sesi Dialog di Paviliun Indonesia COP31 Turki, Tanam 4.000 Pohon untuk Imbangi Emisi
• 21 jam lalu
0
thumb
Pernah Puji Listyo Setinggi Langit, Habiburokhman: Benar Kala Itu
• 1 jam lalu
0
thumb
Pembangunan Rujab Kapolres Wajo Tuai Sorotan, Telan APBD Rp2,2 Miliar
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.