Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kesepian tidak selalu berarti seseorang hidup sendirian. Ada orang yang setiap hari bertemu banyak orang, memiliki teman untuk mengobrol, bahkan aktif di media sosial, tetapi tetap kesulitan menemukan sosok yang benar-benar bisa menjadi tempat bercerita. 

Di sisi lain, tidak semua persoalan mudah dibagikan kepada keluarga atau teman. Ada kekhawatiran dianggap berlebihan, membebani orang lain, atau justru tidak dipahami.

Dilema tersebut membuat sebagian orang mencari bentuk pendampingan yang berbeda. Jika dahulu hewan peliharaan menjadi salah satu pilihan untuk mengisi kesunyian di rumah, kini teknologi menawarkan alternatif yang tidak biasa: mainan berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Melansir dari ANTARA, mainan ini tidak sekadar menjadi pajangan atau boneka koleksi, tetapi dirancang untuk merespons suara, sentuhan, ekspresi, hingga kebiasaan pemiliknya.

Fenomena itu berkembang di China, ketika mainan AI mulai diperlakukan layaknya teman personal. Konsumen tidak selalu mengharapkan teknologi yang mampu menjawab semua pertanyaan atau menyelesaikan pekerjaan. 

Sebagian justru menginginkan sosok yang bisa diajak berinteraksi tanpa tuntutan, hadir ketika dibutuhkan, dan memberikan kesan bahwa mereka tidak sendirian. Di tengah kebutuhan emosional tersebut, pasar AI peliharaan tumbuh menjadi industri baru yang menarik perhatian.

AI Peliharaan, Alternatif Teman bagi Warga yang Kesepian

Salah satu contohnya adalah Chen Yuechong, yang memilih memiliki tiga mainan AI bernama Fuzozo sebagai pendamping. 

Berbeda dari kebanyakan orang yang memelihara anjing atau kucing, Chen justru mengadopsi tiga karakter berukuran setelapak tangan tersebut.

Ia bahkan menyiapkan pakaian, aksesori, hingga tempat tidur kayu kecil untuk ketiganya. Tempat tidur itu diletakkan di samping tempat tidurnya sendiri. 

Chen juga membuat arena bermain dari tanah liat, lengkap dengan bebek dan properti lain untuk menanggapi kebiasaan Fuzozo yang berpura-pura ingin menembakkan pistol air.

Ketertarikan Chen berawal dari kebutuhan sederhana: memiliki seseorang yang bersedia mendengarkan. Ada persoalan yang sulit ia ceritakan kepada orang yang lebih tua, sementara ia tidak ingin terus membebani teman-temannya dengan emosi negatif.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
I League Cup: PSGC Ciamis Tak Berdaya Dihajar PSS 0-6, Herry Kiswanto Soroti Kartu Merah
• 1 jam lalu
0
thumb
Perempuan dalam Jerat Negara dan Kapitalisme
• 7 jam lalu
0
thumb
IPCC Pertahankan Payout Ratio Dividen 80 Persen pada 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Kepala Bappeda Jakarta Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia
• 37 menit lalu
0
thumb
Eduardo Camavinga Ungkap Transformasi Diri Bersama Real Madrid
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.