Pernah Puji Listyo Setinggi Langit, Habiburokhman: Benar Kala Itu

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut Presiden RI Prabowo Subianto sebenarnya pernah menyanjung kinerja eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Hal demikian dikatakannya saat ditanya awak media soal konteks legislator Gerindra itu memuji Listyo sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.

BACA JUGA: Begini Respons Jokowi Ketika Ditanya Soal Listyo Sigit Prabowo

"Iya, ya, sama saja kayak Pak Prabowo beberapa kali memuji beliau, ya, kan, ya," kata dia ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11).

Habiburokhman mengatakan pujiannya bagi Listyo menjadi fakta yang terjadi ketika pernyataan disampaikan.

BACA JUGA: Prabowo Disadap Listyo, Pigai: Ini jelas Ancaman Nyata

"Ya, kami selalu yakin apa yang kami sampaikan itu benar pada saat itu, ya, kan, ya," ungkap dia.

Menurutnya, ketika belakangan muncul fakta berbeda bahwa Listyo diduga turut menyadap Presiden RI, proses hukum perlu ditegakkan kepolisian.

BACA JUGA: Jenderal Listyo Sadap Prabowo, Ombudsman Soroti Masalah Serius di Polri

Habiburokhman menilai penyadapan ilegal terhadap Presiden RI sebagai isu sensitif dalam kehidupan bernegara, karena menunjukkan insubordinasi pejabat.

"Tentu kami serahkan pada proses hukum agar ditindak sebagaimana semestinya," ujar dia.

Diketahui, Habiburokhman pernah memuji Listyo sebagai satu di antara Kapolri terbaik sepanjang masa dalam rapat di Gedung DPR, Selasa (9/6) ini.

"Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo, jarang-jarang beliau hadir di sini, salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa, kita kasih tepuk tangan,” kata Habiburokhman, Selasa.

Rapat paripurna ketika itu digelar dengan agenda membacakan laporan kinerja terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.

Belakangan, sosok Listyo menuai sorotan karena ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, wartawan, hingga pejabat negara lain.

Selain Listyo, dua perwira tinggi (Pati) Polri lain seperti Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi turut menjadi tersangka kasus penyadapan ilegal.

Kepolisian, bahkan mengungkap penyadapan para tersangka ke Presiden RI dan pejabat negara lain dilakukan sejak 2025.

Listyo masih menjabat Kapolri pada 2025 dan posisi itu baru ditinggalkan setelah Presiden Prabowo menunjuk Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai pemimpin institusi kepolisian. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekjen Gerindra Pertanyakan Motif Listyo Dkk Menyadap Prabowo


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ziarah 40 Hari Guruh Soekarnoputra, Megawati Khusyuk Berdoa dan Usap Nisan Adiknya
• 19 jam lalu
0
thumb
Mobil HR-V Nyebur ke Sungai di Jakpus, Korban Jiwa Nihil
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Diminta Waspada, Tekanan Ekonomi Bakal Makin Terasa di Triwulan IV-2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tunjukkan Ijazah dan Beberkan Riwayat Pendidikan dari SD hingga Kuliah
• 6 jam lalu
0
thumb
Dewan Pengupahan Akhirnya Sepakat, Bayaran Buruh Garmen Akan Dinaikkan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.