BNPB dan Kemenkes Ungkap Kondisi Udara Mencekam, Dua Wilayah di Kalimantan Masuk Zona Berbahaya

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia semakin mengkhawatirkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bahkan, dua wilayah di Kalimantan Tengah tercatat masuk kategori berbahaya berdasarkan pemantauan kualitas udara Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dua wilayah tersebut yakni Kabupaten Kotawaringin Timur dengan nilai PM2.5 mencapai 580 dan Kota Palangka Raya dengan nilai PM2.5 sebesar 348.

Data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 3 November 2026 pukul 09.00 WIB itu menunjukkan bahwa kedua wilayah tersebut membutuhkan perhatian khusus karena tingginya tingkat pencemaran udara.

Juru Bicara Utama Kementerian Kesehatan, Widyawati mengungkapkan bahwa selain dua wilayah dengan kategori berbahaya, terdapat 15 kabupaten/kota yang masuk kategori tidak sehat, 60 kabupaten/kota kategori sedang, dan 14 kabupaten/kota kategori baik.

"Ada dua wilayah yang perlu menjadi perhatian khusus, yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur dengan nilai PM2.5 sebesar 580 dan Kota Palangka Raya sebesar 348. Keduanya ini sudah masuk dalam kategori berbahaya," jelas Widyawati dalam konferensi pers di kantor BNPB Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.

BACA JUGA:Nama Eks Kapolri Listyo Sigit Mendunia! Media Asing Soroti Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Menurutnya, kondisi pencemaran udara juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, seperti Muaro Jambi, Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Palembang hingga Bengkalis.

Di Provinsi Riau, misalnya, terdapat empat wilayah dengan kualitas udara kategori tidak sehat. Kota Pekanbaru mencatat nilai PM2.5 sebesar 130, Indragiri Hilir 115, Pelalawan 107, dan Bengkalis 101.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah terdapat lima wilayah lainnya yang masuk kategori tidak sehat, yakni Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Pulang Pisau, dan Gunung Mas.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kemenkes mencatat sebanyak 401.586 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB.

BACA JUGA:Persib Bandung Comeback Gila! Hajar Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos 16 Besar ACL 2


Bahkan, pada 2 November saja tercatat penambahan sebanyak 3.906 kasus ISPA. Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, penderita asma, serta masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

Sedangkan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan perubahan kondisi iklim dapat memicu hujan ekstrem dalam durasi singkat yang berpotensi menyebabkan banjir bandang hingga tanah longsor.

BNPB pun mendorong pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan bencana, termasuk mengidentifikasi kelompok masyarakat rentan yang berpotensi terdampak.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ESDM Soroti Harga Acuan Ekspor Batu Bara Buatan DSI, Ada Apa?
• 11 jam lalu
0
thumb
Periksa Nusron, KPK Dalami Uang yang Diterima Orang Kepercayaannya
• 5 jam lalu
0
thumb
Rudal NasDem Minta Aktor Intelektual di Balik Penyadapan Presiden Diusut
• 10 jam lalu
0
thumb
Pemulihan Hutan Bukit Soeharto, 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran | JMP
• 7 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi III DPR: Penyadapan Presiden Berpotensi Ancam Kedaulatan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.