Pengakuan Budi Arie soal Power Politik Jokowi Walau Tak Jadi Presiden: Masih Dipercaya Rakyat

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi lontarkan pengakuannya soal power politik atau kekuatan politik mantan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jaokowi) walau tidak jadi Presiden lagi.

Bahkan Budi Arie meyakini pengaruh politik Jokowi dan ia mengklaim mantan Wali Kota Solo itu masih memiliki basis pemilih loyal atau strong voter yang kuat.

Baca Juga :
Ditanya soal Jokowi Berpotensi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penyadapan, Yusril: Kita Tak Bisa Apriori
Jokowi Bakal Bersaksi di Sidang Roy Suryo, Polda Metro Jaya Siaga Antisipasi Massa dan Siapkan Pengamanan di PN Jaktim

Budi Arie menilai kekuatan politik Jokowi tidak semata-mata bertumpu pada jabatan, kekuasaan formal, ataupun sumber daya politik, melainkan kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Saya itu masih yakin strong voter Pak Jokowi masih tinggi," beber Budi Arie dikutip dari kanal YouTube Tutur TV, Rabu (4/11/2026).

Kemudian, saat disinggung soal kekuatan dukungan masyarakat akar rumput atau grassroot, Budi Arie jelaskan, bahwa basis pendukung Jokowi masih terjaga.

Dia bahkan menyebut Jokowi sebagai representasi rakyat dalam demokrasi Indonesia.

"Masih kuat. Karena Pak Jokowi ini rakyat. Kenapa Pak Jokowi susah disingkirkan dari panggung politik Indonesia? Demokrasi ada rakyat. Pak Jokowi rakyat. Rakyat Jokowi," ucapnya.

Budi Arie menilai, berakhirnya masa jabatan presiden tidak serta-merta menghilangkan pengaruh politik seseorang. Menurut dia, hubungan antara Jokowi dan pendukungnya terbentuk melalui kepercayaan, bukan hanya karena posisi yang pernah dipegang.

"Gimana mau menghilangkan rakyat dalam proses demokrasi di Indonesia? Karena simbol rakyat itu ada di Pak Jokowi," katanya.

Untuk memperkuat argumentasinya, Budi Arie mengingatkan perjalanan politik Jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2014. Saat itu, menurut dia, Jokowi belum memiliki sumber daya politik dan logistik sebesar tokoh-tokoh lain.

Namun, katanya, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting yang mengantarkan Jokowi ke panggung politik nasional.

"Ketika sebelum 2014, khususnya 2012, 2013, Pak Jokowi juga enggak punya apa-apa. Enggak punya logistik yang memadai, media enggak punya. Tapi karena di hati rakyat kan, dipercaya rakyat," jelas Budi Arie.

Dijelaskannya, kepercayaan publik merupakan salah satu fondasi utama dalam politik. Karena itu, pengaruh Jokowi dinilai tidak otomatis berakhir seiring pergantian kepemimpinan nasional.

"Politik itu dipercaya rakyat. Pak Jokowi masih dipercaya," bebernya.

Baca Juga :
Tak Hanya Bocorkan Tabiat Listyo Sigit, Oegroseno Desak Polri Ungkap Orang yang Perintahkan Eks Kapolri
Indikasi Makar dalam Penyadapan Presiden Prabowo, Yusril Singgung Pidana Mati: Bukan Membunuh, Seperti Mau Melumpuhkan
Guru Besar USU: Kasus Dugaan Penyadapan ke Presiden Bisa Jadi Alasan Segera Sahkan UU Penyadapan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolda Sumut Larang Polisi dan ASN Gunakan Vape
• 11 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Gratis Melbourne Victory vs Persib di ACL 2
• 9 jam lalu
0
thumb
Literasi Digital Jadi Kunci Jaga Kualitas Demokrasi
• 15 jam lalu
0
thumb
Bantul Bakal Terima 400 Becak Listrik Bantuan Presiden November 2026, Penarik Becak Lansia Jadi Prioritas
• 16 jam lalu
0
thumb
Demokrat Rebut Senat AS di Pemilu Sela, Trump Ancam Gunakan Veto
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.