WASHINGTON, KOMPAS.TV - Partai Demokrat merebut Senat AS dalam pemilu sela 2026, mempersempit ruang gerak Presiden Donald Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.
Demokrat mengisyaratkan akan menyelidiki pejabat tinggi pemerintahannya, sementara Trump mengancam akan memveto rancangan undang-undang yang didorong partai itu.
Associated Press melaporkan, Demokrat mengamankan kendali Senat pada Selasa (3/11/2026) malam waktu setempat setelah menang di sejumlah negara bagian yang selama ini menjadi basis Partai Republik.
Di Texas, James Talarico mengalahkan Ken Paxton. Di Kansas, Adam Hamilton menumbangkan petahana Roger Marshall dan menjadi senator Demokrat pertama dari negara bagian itu sejak 1932.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ambles Lagi ke 4.856,96, Pasar Pantau Ekonomi Dalam Negeri - Pemilu Sela AS
“Warga Amerika memilih perubahan,” kata Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer kepada wartawan di Washington.
Ia menyebut hasil pemilu itu merombak peta persaingan Senat dalam skala satu generasi.
Selama Republik menguasai Kongres, sebagian besar agenda Trump mendapat dukungan. Dengan mayoritas di Senat, Demokrat akan punya ruang lebih besar untuk menentukan agenda sidang dan meminta keterangan dari pejabat pemerintahan.
Demokrat telah mengisyaratkan akan menyelidiki sejumlah pejabat tinggi dan menelusuri bagaimana keluarga Trump memperoleh keuntungan selama ia berkuasa.
Baca Juga: Pemilih Muda dan Hispanik Beralih dari Republik, Ketidakpuasan terhadap Trump Meningkat
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Elon Musk, mantan penasihat utama Trump, termasuk sosok yang berpotensi menjadi sasaran penyelidikan.
Sementara itu, Trump menepis anggapan hasil pemilu sela itu merupakan kekalahan pribadi. Dalam wawancara melalui telepon dengan Fox News, ia mengatakan pemilih “tidak menyukai para kandidatnya”.
Ia juga berjanji menggunakan hak veto terhadap legislasi yang didorong Demokrat. Untuk menegaskan sikap itu, Trump mengunggah gambar topi bisbol merah bertuliskan “veto” dengan gaya atribut kampanye “Make America Great Again”.
Demokrat Dekati Mayoritas di DPR ASDemokrat juga mendekati mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS setelah merebut sejumlah kursi. Partai itu membutuhkan tambahan bersih tiga kursi untuk mengambil alih DPR.
Baca Juga: Trump Janjikan 5.000 Dolar AS Buat Warga jika Republik Kuasai Kongres, Sumber Dana Disorot
Jika Demokrat juga merebut DPR, pemimpin fraksinya, Hakeem Jeffries, berpeluang menjadi ketua DPR kulit hitam pertama dalam sejarah AS. Jeffries telah menyiapkan agenda 100 hari yang berfokus pada penurunan biaya hidup dan pengawasan terhadap pemerintahan Trump.
Biaya hidup menjadi salah satu isu yang paling banyak disebut pemilih. Jajak pendapat AP menunjukkan sekitar delapan dari 10 pemilih mengatakan inflasi menimbulkan kesulitan keuangan sedang atau berat bagi rumah tangga mereka.
Sekitar separuh pemilih menyebut biaya hidup dan korupsi di pemerintahan sebagai isu yang menentukan pilihan mereka untuk Kongres.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : AP
- partai demokrat amerika serikat
- kursi senat amerika
- pemilu sela as
- pemilu amerika serikat
- donald trump






Komentar (0)