Soal Insentif Mobil Niaga, Menperin Bilang Status Quo

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi kendaraan niaga. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah belum berencana memberikan tambahan insentif untuk kendaraan niaga, termasuk kendaraan niaga listrik. Berbeda dengan mobil penumpang listrik yang menjadi perhatian pemerintah, pemberian insentif untuk kendaraan komersial masih akan dikaji lebih lanjut.

Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji mengatakan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pemberian insentif untuk kendaraan penumpang berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Dukungan terhadap kendaraan listrik tersebut terutama diarahkan pada komponen baterai.

"Kalau kendaraan penumpang, kita lebih concern insentifnya ke baterai, ya, ke full baterai," ujar Sarmuji usai Krista Food Expo 2026 di PIK 2, Rabu (4/11/26).


Sementara untuk kendaraan niaga, pemerintah belum menentukan arah kebijakan insentif berikutnya. Perhitungan mengenai dampak pemberian insentif terhadap kondisi fiskal menjadi salah satu pertimbangan sebelum pemerintah mengambil keputusan.

Baca: Menperin Mau Insentif Mobil Hybrid Diketok Cepat-Cepat Ini Alasannya

"Nanti kita lihat, karena ini kan aturan-aturannya terus dampaknya bagi keuangan. Kalau semua dikasih insentif seperti apa, pertumbuhan produksinya seperti apa, industri dibandingkan dengan pemasukan negara, nanti kita kaji terlebih dahulu," katanya.

Kebijakan insentif kendaraan bermotor memang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Namun, pemberian fasilitas fiskal juga harus mempertimbangkan keseimbangan antara peningkatan produksi kendaraan dengan penerimaan negara.

Untuk saat ini, pemerintah belum melihat adanya urgensi untuk mengubah kebijakan insentif kendaraan niaga yang sudah berjalan. Evaluasi masih akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai fasilitas yang telah tersedia bagi segmen tersebut.

"Ya, itu sementara begitu. Sementara masih status quo seperti itu. Kita melihat sudah ada berbagai insentif untuk kendaraan niaga, nanti kita lihat lagi apakah masih ada perlu tambahan insentif," ujar Sarmuji.

Menperin Sarmuji di Krista Interfood Expo 2026 di PIK 2, Rabu (4/11/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)


(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Pelaku Industri, DPR, & Bankir 'Ngumpul' Bahas Nasib Sektor Otomotif

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPKN Desak Pemerintah Evaluasi Perluasan Pajak
• 4 jam lalu
0
thumb
Tidak Harus Berupa Uang, Ini 5 Sedekah yang Dianjurkan Rasulullah saw.
• 11 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Disadap, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Khawatir Penyadapan: Ini Ulah Oknum
• 1 jam lalu
0
thumb
Melindungi WNI dari perekrutan tentara bayaran
• 46 menit lalu
0
thumb
Suahasil Pastikan Kemenkeu Tak Jadi Pemegang Saham BEI
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.