Konon Prabowo Sudah Cium Pengkhianatan Sejak 2025

jpnn.com
22 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengetahui adanya indikasi pengkhianatan di lingkungan terdekatnya sebelum kasus penyadapan terungkap.

Praktisi intelijen sekaligus mantan anggota Tim Mawar Kopassus Fauka Noor Farid mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengingatkan mengenai potensi keberadaan musuh dalam selimut di sekitar Presiden.

BACA JUGA: Prabowo Tahu Disadap dari Laporan Kapolri Jenderal Suyudi

Menurut Fauka, indikasi tersebut bahkan sudah terdeteksi sejak gelombang demonstrasi pada 2025.

"Di lingkungan terdekat ada orang-orang yang menjadi musuh dalam selimut. Saya sudah pernah mengingatkan, dan Pak Prabowo pun tahu risikonya," kata Fauka saat dihubungi wartawan, Rabu (4/11).

BACA JUGA: Listyo Sigit Dkk Dikenakan Pasal Makar? Ini Kata Menko Yusril

Dia menilai kasus penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pejabat negara bukan persoalan biasa.

Dalam praktik intelijen, penyadapan merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan informasi mengenai target, termasuk mencari kelemahan pihak yang menjadi sasaran.

BACA JUGA: Dalang di Balik Penyadapan Presiden Prabowo, Rakyat Pasti Akan Tahu

Informasi yang dihimpun dalam periode tertentu berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Bahkan, kebocoran informasi strategis pemerintah dapat mengancam kepentingan nasional.

"Jadi, ketika Presiden, pejabat negara disadap, itu jangan dipikir hanya untuk menyerang secara pribadi. Negara kalau informasi ini diberikan kepada musuh bisa mengancam negara," ujarnya.

Fauka juga menilai Prabowo memahami bahwa persoalan tersebut menyangkut keamanan negara, bukan sekadar kepentingan pribadi kepala pemerintahan.

Karena itu, menurut dia, Presiden tidak mengambil tindakan terburu-buru yang berpotensi memicu kegaduhan internal.

Prabowo justru memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk mengusut perkara tersebut.

Fauka menyebut langkah itu menunjukkan bahwa Presiden mempercayakan penanganan kasus kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajarannya.

"Karena ini menyangkut negara, bukan pribadi Presiden seorang. Terbukti sebelum akhirnya Mabes Polri memberikan pernyataan kemarin tidak ada kegaduhan internal," tuturnya.

Berdasarkan hasil penyidikan Bareskrim Polri, dugaan penyadapan terhadap Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, hingga organisasi kemasyarakatan berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026.

Penyadapan yang semestinya dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum tersebut diduga disalahgunakan demi keuntungan kelompok tertentu. (kkp/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Komnas HAM Soroti Perlindungan Anak


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Anggota PMR Jakarta Utara Terpilih Ikuti Pertukaran Pemuda Internasional ke Jepang pada 5–11 November 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Listyo Cs Tersangka Penyadapan Presiden, Polri Tegakkan Supremasi Hukum Tanpa Pandang Bulu
• 20 jam lalu
0
thumb
Infografis: Daftar Presiden Indonesia yang Pernah Jadi Korban Penyadapan
• 13 jam lalu
0
thumb
Menimbang Studi di Eropa, Bukan Hanya Soal Kampus dan Beasiswa 
• 2 jam lalu
0
thumb
Jokowi Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo Hari Ini, PN Jaktim Batasi Pengunjung
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.