Partai Demokrat berhasil merebut kendali penuh Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan pemilu sela (midterm elections), Selasa (3/11).
Demokrat menguasai dua kamar Kongres, yakni House of Representatives (DPR) dan Senat, dalam kemenangan besar yang menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump.
Hasil pemilu tersebut diperkirakan akan membatasi ruang gerak Trump dalam menjalankan pemerintahan selama dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
Demokrat kini memiliki kekuatan untuk menghambat pengesahan undang-undang, meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump, serta menghalangi pengangkatan hakim dan pejabat senior pemerintah.
Meski partainya mengalami kekalahan besar, Trump menyatakan bersedia menerima hasil pemilu. Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump mengatakan dirinya sangat bersedia menerima hasil pemilihan tersebut.
"Saya pikir Partai Demokrat melakukan pekerjaan yang baik, sungguh," kata Trump dalam wawacara berbeda kepada Fox News.
Ia juga mengakui bahwa konflik dengan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik.
Namun, Trump berusaha menjauhkan dirinya dari hasil buruk partainya. Ia mengatakan kekalahan tersebut tidak mencerminkan penilaian pemilih terhadap dirinya secara pribadi.
Demokrat Menang di Basis RepublikSkala kemenangan Demokrat semakin terlihat setelah mantan penebang kayu Troy Jackson mengalahkan Senator petahana dari Partai Republik, Susan Collins, di Maine. Kemenangan tersebut menjadi kursi Senat ketujuh yang berhasil direbut Demokrat dari Partai Republik.
Sebelumnya, Demokrat telah memastikan kemenangan di Kansas dan Iowa, sekaligus mengamankan mayoritas di Senat. Partai tersebut juga mencatat kemenangan penting di Texas, South Carolina, North Carolina, dan Ohio.
Di Kansas, pendeta Methodist Adam Hamilton menjadi senator Demokrat pertama yang terpilih dari negara bagian konservatif tersebut sejak 1932. Sementara itu, Iowa terakhir kali mengirim senator Demokrat ke Kongres pada 2008.
Kemenangan juga diraih James Talarico di Texas. Ia berhasil merebut kursi Senat dan menyebut kemenangannya sebagai keberhasilan mengalahkan lawan politik yang jauh lebih kuat.
Di negara bagian yang sama, Gina Hinojosa mengalahkan Gubernur petahana Greg Abbott. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Texas.
Demokrat juga mempertahankan sejumlah kursi penting di Senat, termasuk kemenangan Jon Ossoff di Georgia dan kursi kosong di New Hampshire.
Di DPR, Demokrat menambah perolehan kursi di Pennsylvania, Kentucky, Arizona, North Carolina, dan New Jersey. Sejumlah distrik yang sebelumnya dimenangkan Trump pada pemilihan presiden 2024 juga berhasil direbut Demokrat.
Salah satu kemenangan yang menjadi sorotan terjadi di Indiana. Kandidat Demokrat J.D. Ford berhasil mengalahkan anggota DPR petahana dari Partai Republik, Victoria Spartz, di distrik yang sebelumnya dimenangkan Trump dengan selisih 17 poin pada 2024.
Demokrat juga memenangkan pemilihan gubernur Georgia. Mantan Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, terpilih sebagai gubernur perempuan kulit hitam pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Sementara itu, Partai Republik hanya memperoleh sejumlah kemenangan di Florida. Kandidat yang didukung Trump, Byron Donalds, terpilih sebagai gubernur kulit hitam pertama di negara bagian tersebut. Ashley Moody juga berhasil mempertahankan kursinya di Senat setelah menghadapi perlawanan kuat dari kandidat Demokrat.
Profesor George Washington University, Todd Belt, menyebut hasil pemilu tersebut sebagai penolakan kuat terhadap Trump dan kebijakan pemerintahannya.






Komentar (0)