Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Pilih Bungkam

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti enggan memberikan banyak komentar terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

Destry hanya menyampaikan ucapan terima kasih ketika ditanya awak media mengenai kondisi rupiah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

"Iya... Terima kasih ya. Nanti sekalian sama yang lain," ujar Destry singkat.

Sebelumnya, Destry mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut berlangsung sejak siang hingga sore hari.

Namun, Destry tidak bersedia mengungkapkan materi pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Setelah Destry meninggalkan Istana, Prabowo melanjutkan agenda dengan menerima Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Emiten Raffi Ahmad (VISI) Raih Pinjaman Rp45 Miliar dari Bank INA

Keduanya juga tidak banyak memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan dengan Presiden.

Bahlil hanya menyebut salah satu pembahasan berkaitan dengan sektor energi dan hilirisasi.

"Ya pasti yang salah satu dibahas menyangkut dengan urusan di sektor ESDM dan hilirisasi," kata Bahlil.

Sementara itu, Airlangga memilih tidak membeberkan isi pertemuan tersebut.

"Nanti disampaikan," ujarnya.

Destry sebagai Gubernur BI memiliki kewenangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Di tengah minimnya pernyataan dari otoritas moneter, nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal perdagangan Senin (2/11/2026).

Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.158 per dolar AS. Posisi tersebut turun 11 poin atau sekitar 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.147 per dolar AS.

Pelemahan tersebut membuat pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan terhadap mata uang domestik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Benarkah Gibran Mulai Ditinggalkan?
• 10 jam lalu
0
thumb
Cuaca Hari Ini: Bogor Hujan, Jakarta Cerah dan Berawan
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK Tak Tutup Kemunginan Menhut Dipanggil ke Sidang Bupati Kuansing
• 2 jam lalu
0
thumb
Menag Kukuhkan 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
• 21 jam lalu
0
thumb
BLINK Siap Berburu Merchandise? JISOO CLICK Hadir di Jakarta!
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.