Fundamental Kuat, Laba Sebelum Pajak Superbank Melesat 376% di Q3-2026

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok Superbank

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank, berhasil mencatat kinerja solid di Kuartal III-2026. Bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, ini berhasil membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp385 miliar, atau tumbuh 376% secara tahunan (YoY). Di saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) Superbank juga meningkat 79,3% YoY menjadi Rp17,6 triliun, seiring dengan pertumbuhan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta.

Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Superbank, didukung oleh pertumbuhan bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan integrasi ekosistem digital.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyampaikan pertumbuhan bukan sekadar tentang seberapa banyak nasabah yang bergabung, tetapi juga kepercayaan yang mereka berikan kepada Superbank.


"Dengan lebih dari 8 juta nasabah dan pertumbuhan simpanan yang kuat, kami melihat semakin besarnya peran Superbank dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus memperkuat bisnis, menghadirkan layanan yang relevan bagi nasabah, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ungkap dia dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, pertumbuhan DPK sebesar 79,3% YoY menjadi Rp17,6 triliun menunjukkan peningkatan dana yang dipercayakan nasabah kepada Superbank, sekaligus memperkuat basis pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total kredit Superbank ikut meningkat 52,6% YoY menjadi Rp13,8 triliun, sementara total aset tumbuh 66,3% YoY menjadi Rp27,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp1,56 triliun, atau tumbuh 41,9% YoY. Peningkatan kinerja ini didukung oleh efisiensi operasional yang semakin baik, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 54,16% dan Pre Tax Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 6,23% dari 2,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan bisnis yang solid, Superbank juga terus menjaga kualitas permodalan, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 73,26%, memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Asal tahu saja, dengan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta, Superbank terus memperluas akses layanan keuangan melalui inovasi produk dan integrasi ekosistem digital. Melalui produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), pengguna Grab dan OVO kini dapat mengakses layanan pembiayaan secara langsung dari aplikasi masing-masing tanpa perlu mengunduh aplikasi Superbank.

Pada kuartal III 2026, Superbank juga memperkenalkan fitur Top-Up & Bayar yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi sehari-hari langsung melalui aplikasi Superbank, mulai dari pengisian saldo e-wallet, pembelian pulsa hingga pembayaran berbagai tagihan. Kehadiran fitur ini semakin melengkapi layanan Superbank sebagai solusi perbankan digital yang praktis dan terintegrasi untuk kebutuhan finansial sehari-hari.

Superbank juga memperkuat kolaborasi strategis dengan Grab dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan melalui pengadaan ratusan kendaraan listrik untuk armada GrabCar Plus Electric. Tahap awal dari inisiatif ini menjadi bagian dari sinergi kedua perusahaan dalam mendorong inovasi dan mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

"Memasuki kuartal terakhir 2026, Superbank akan terus memperkuat kepercayaan nasabah melalui pengembangan layanan yang relevan, integrasi ekosistem yang semakin mendalam, serta pengelolaan bisnis yang prudent. Dengan fundamental keuangan dan permodalan yang kuat, Superbank berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman, mudah diakses, dan dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat," pungkas Tigor.

Baca: Superbank Cetak Cuan, tapi Saldo Defisit Laba Masih Tebal

 


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jika Bunga The Fed Naik Akhir 2026, Apa Efeknya ke Rupiah-IHSG?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenperin Cetak Hampir 400 Wirausaha Baru di Banyumas dan Cilacap, Siapkan Pendampingan hingga Akses Pasar
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Belanda Tangkap 34 Orang saat Unjuk Rasa Berpotensi Ricuh di Den Haag
• 15 jam lalu
0
thumb
Suami Cuma Mau Dua Anak, Nita Vior Akui Masih Ingin Punya Banyak Momongan
• 7 jam lalu
0
thumb
Bansos Digital Meluncur Mulai 10 November, Ini Kata Luhut
• 19 jam lalu
0
thumb
Aturan Baru BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Bantuan Rp900 Ribu
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.