Bahlil: Harga Batu Bara Naik Usai Pangkas Produksi di RKAB, Buka Opsi Serupa untuk Nikel

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan hasil dari pemangkasan produksi batu bara dalam dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Usai pemangkasan, Bahlil mengungkap harga batu bara sudah mulai membaik.

Adapun dalam paparannya, Bahlil menjelaskan produksi batu bara sudah mencapai 566,74 juta ton atau 77 persen dari target.

“Saya katakan kalau begitu daripada harga diatur oleh asing, barang-barang kita, 540 juta itu sama dengan 43 persen suplai batubara dunia dari Indonesia. Saya bilang kalau begitu kita jaga antara supply and demand. Potong RKAB. Apa yang terjadi? Hari ini harga batubara bisa mencapai USD 154 untuk kalori 633,” kata Bahlil dalam Minerba Convex di JIEXPO, Jakarta pada Senin (2/11).

Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan sebuah strategi. Dengan demikian, pendapatan negara bisa naik meskipun produksinya terkoreksi.

“Ini strategi. Ini strategi. Karena kita jaga supply and demand. Pendapatan negara kita melonjak, produksi turun. Jadi produksinya terkoreksi menurun, tapi pendapatannya naik. Ini baru patent gak jual murah barang kita,” ujarnya.

Selain batu bara, Bahlil juga menyinggung komoditas nikel yang harganya turun. Ia menyebut kini harga nikel sudah berada di bawah USD 16.000 per ton. Hal ini karena produksi nikel Indonesia yang menurut Bahlil ‘jor-joran’.

Maka dari itu, Bahlil juga memerintahkan Dirjen Minerba agar melakukan langkah serupa untuk mengendalikan sisi pasokan dan permintaan dalam RKAB nikel.

“Jadi Pak Dirjen, menurut saya strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk nikel, lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu,” kata Bahlil.

Dia juga menyebut bahwa jika langkah tersebut dilakukan, ia tak menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak protes. Meski demikian, Bahlil memikirkan keuntungan jangka panjang di mana menurutnya bisa jadi harga nikel bisa tinggi di masa depan.

“Pasti banyak yang protes. Saya tahu. Mengelola sumber daya ilmu kita jangan kita anggap negara ini hanya punya kita. Negara ini masih ada anak cucu kita. Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, barangnya belum bagus, tinggalkan. Nanti ada menteri ESDM baru, ada Dirjen baru, ada Presiden baru, ada pengusaha baru untuk anak cucu kita untuk mereka mendapatkan harga yang maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa jika kondisi produksi dipertahankan, maka harga nikel bisa lebih jatuh.

“Nikel itu kalau konsumsi dunia itu 3,5 juta. Sekarang kapasitas produksi oversupply kita 700-800 ribu. Nah kalau ini terus kita pertahankan, pasti harganya akan jatuh lagi,” kata Bahlil.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tenda Pengungsi Gaza Kembali Diserang, Bocah 4 Tahun Tewas
• 8 jam lalu
0
thumb
23 UKM Berpotensi Melantai di BEI, Mayoritas Sektor FdanB
• 4 jam lalu
0
thumb
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
• 15 detik lalu
0
thumb
Jaga Bumi dari Lingkungan Terkecil
• 10 jam lalu
0
thumb
Kapolri Terbitkan Surat Edaran Larangan Personel Pakai Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor
• 35 detik lalu
0
Berhasil disimpan.