Nilai Impor Minyak RI Tembus USD 32,57 Miliar hingga September 2026

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak Indonesia mencapai USD 32,57 miliar sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut berasal dari impor minyak mentah dan hasil minyak atau produk minyak yang telah melalui proses pengolahan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan impor minyak mentah selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 13,25 juta ton dengan nilai USD 8,69 miliar. Sementara itu, impor hasil minyak tercatat sebanyak 28,59 juta ton dengan nilai USD 23,88 miliar.

“Minyak mentah impornya itu volumenya 13,25 juta ton ini nilainya itu USD 8,69 miliar. Sedangkan impor hasil minyak dari Januari sampai dengan September 2026 volumenya 28,59 juta ton dan nilainya itu USD 23,88 miliar,” kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11).

Minyak mentah merupakan minyak bumi yang belum melalui proses pengolahan dan umumnya digunakan sebagai bahan baku di kilang minyak. Sementara itu, hasil minyak merupakan produk yang sudah diolah dari minyak mentah, seperti bensin, solar, avtur, dan minyak tanah.

Dari kedua komponen tersebut, nilai impor hasil minyak jauh lebih besar dibandingkan minyak mentah. Nilainya mencapai USD 23,88 miliar atau hampir 2,8 kali lipat dari impor minyak mentah yang sebesar USD 8,69 miliar.

Impor Migas Naik 37,35 Persen

Secara keseluruhan, nilai impor Indonesia mencapai USD 210,63 miliar sepanjang Januari-September 2026. Angka ini meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas tercatat sebesar USD 32,57 miliar atau tumbuh 37,35 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai USD 178,06 miliar atau meningkat 16,92 persen.

Di sisi neraca perdagangan, Indonesia mencatat surplus sebesar USD 10,61 miliar sepanjang Januari-September 2026. Surplus tersebut ditopang oleh neraca perdagangan nonmigas yang mencapai USD 34,21 miliar.

Sebaliknya, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit USD 23,60 miliar. Pada September 2026 saja, defisit migas tercatat USD 2,31 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit antara lain hasil minyak dan minyak mentah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cegah Balap Liar, Pemprov DKI Tutup JLNT Antasari Saat Akhir Pekan Mulai 14 November
• 8 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT Ke-15 NasDem, Rajiv Rapatkan Barisan kader / Relawan di Si Jalak Harupat
• 6 jam lalu
0
thumb
Trisula (TRIS) Mau Buyback Saham Rp10 Miliar, Dimulai 3 November 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Gibranisti: Tak Ada Implikasi Gibran Dimakzulkan Hanya karena Putusan MA
• 16 jam lalu
0
thumb
Bawa Bakso Naik Kelas, LPPOM Dorong Penguatan Ekosistem Halal
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.