Pimpin Apel Gabungan, Bupati Daeng Manye Tekankan Disiplin ASN dan Layanan Sepenuh Hati 5S

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan pentingnya peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta penerapan budaya pelayanan publik melalui program Layanan Sepenuh Hati 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin, 2 November 2026.

Apel gabungan rutin bulanan ini dihadiri Wakil Bupati Takalar, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Takalar, kepala bidang, kepala seksi, kepala puskesmas, kepala sekolah SD dan SMP, serta seluruh ASN dan staf lingkup Pemkab Takalar.

Sebelum apel dimulai, Bupati Daeng Manye melakukan pengecekan langsung terhadap kehadiran peserta berdasarkan barisan masing-masing OPD.

Kegiatan kemudian diawali dengan yel-yel penyemangat sebagai upaya membangun motivasi dan meningkatkan semangat kerja seluruh jajaran pemerintah daerah.

Dalam amanatnya, Daeng Manye menekankan dua hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh ASN, yakni kedisiplinan dalam menjalankan tugas serta kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.

Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu, setiap ASN dituntut memiliki tanggung jawab, integritas, dan komitmen dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.

Ia juga mengingatkan bahwa apel gabungan bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas bulanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara pimpinan daerah dengan seluruh jajaran pemerintahan.

“Apel gabungan ini kita laksanakan sekali dalam sebulan. Bagi saya, ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan sarana dan media saya selaku Bupati untuk sharing informasi dan isu-isu utama yang terjadi, untuk selanjutnya dilaksanakan sampai ke tingkat bawah,” ujar Daeng Manye.

Ia berharap tingkat kehadiran ASN pada apel gabungan berikutnya dapat lebih maksimal. Dengan demikian, setiap arahan, informasi, serta kebijakan pemerintah daerah dapat diterima secara langsung dan dipahami secara menyeluruh oleh seluruh jajaran hingga ke tingkat bawah.

Selain kedisiplinan, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kantor. Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman tidak hanya menciptakan suasana kerja yang kondusif, tetapi juga mencerminkan budaya kerja dan tanggung jawab aparatur pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Daeng Manye kembali mengingatkan seluruh ASN untuk mengimplementasikan program Layanan Sepenuh Hati 5S yang telah dilaunching beberapa hari sebelumnya.

“Beberapa hari yang lalu, saya telah melaunching Layanan Sepenuh Hati 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi. Penerapan layanan ini untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat dan memberikan solusi jika masyarakat mengalami kendala dalam mengurus sesuatu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penerapan 5S bukan hanya sebatas slogan atau formalitas dalam pelayanan, melainkan harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja seluruh aparatur pemerintah, baik di lingkungan perkantoran, puskesmas, sekolah maupun unit pelayanan publik lainnya.

Melalui budaya tersebut, setiap ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah, sopan, cepat, responsif, dan tidak mempersulit masyarakat. Bahkan, aparatur dituntut tidak hanya menerima keluhan, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan pemerintah daerah sangat ditentukan oleh sikap dan komitmen aparatur yang berada di garis depan pelayanan. Karena itu, seluruh pimpinan OPD diharapkan melakukan pengawasan dan memastikan penerapan prinsip 5S berjalan secara konsisten di masing-masing unit kerja.

“Jangan sampai masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, justru merasa dipersulit. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang baik, cepat, santun, dan memberikan solusi,” menjadi pesan penting dalam arahannya.

Dengan penegasan tersebut, Pemkab Takalar berharap budaya disiplin, kepedulian terhadap lingkungan kerja, serta pelayanan sepenuh hati dapat berjalan beriringan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Apel gabungan berlangsung dengan khidmat dan tertib, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan serta keberhasilan pembangunan di Kabupaten Takalar. (mgs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
• 16 jam lalu
0
thumb
Rubio Bilang AS Tak Terlibat Langsung Kaburnya Flavio Bolsonaro dari Brazil
• 23 jam lalu
0
thumb
76 Taman di Jakarta Diusulkan Buka 24 Jam, Bagaimana Harapan Warga?
• 15 jam lalu
0
thumb
Dugaan Perselingkuhan Ketua DPRK Nagan Raya Dilimpahkan ke Polda Aceh
• 17 jam lalu
0
thumb
Polri Terbitkan Surat Edaran Larangan Penggunaan Vape bagi Personel
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.