Menumpuknya perabotan atau pakaian yang masih layak pakai di sudut rumah kini tak lagi harus berakhir menjadi sampah tak berguna. Melalui program Sedekah Barang Berkualitas (SBB) yang digagas Yayasan Amal Khair Yasmin, masyarakat diajak memperpanjang masa guna barang sekaligus membantu pembiayaan berbagai program sosial dan pendidikan gratis bagi kaum duafa.
Program ini menjadi alternatif filantropi bagi masyarakat yang ingin berbagi tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Seluruh barang donasi yang masuk akan disortir dan dipasarkan kembali secara terjangkau melalui Toko BarBeKu (Barang Bekas Berkualitas), di mana seluruh keuntungan penjualannya dialokasikan penuh untuk mendanai program kemanusiaan yayasan.
Manajer SBB, Komarudin, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian atas banyaknya barang bernilai guna yang teronggok di rumah warga pascapemakaian, sementara di sisi lain banyak kalangan prasejahtera yang membutuhkan akses pendidikan dan kesehatan layak.
"Sedekah tidak harus selalu berupa rupiah. Kami hadir sebagai solusi untuk menerima aneka barang layak pakai dari masyarakat. Barang-barang ini kami kelola kembali, ada yang langsung kami salurkan, dan ada yang kami jual dengan harga sangat ekonomis di toko kami. Hasilnya digunakan untuk membiayai sekolah gratis, sanggar belajar, rumah kesehatan mental (Rumah Cahaya), terapi autis, bantuan lansia, hingga advokasi kesehatan masyarakat," kata Komarudin dikutip dari tayangan Ayo Cari Tahu, Metro TV, Minggu, 1 November 2026. Terima Furnitur hingga Elektronik
Ragam barang yang dapat didonasikan ke SBB sangat luas, mulai dari furnitur berukuran besar seperti meja, kursi, sofa, dan lemari, hingga barang kebutuhan harian seperti pakaian, sepatu, tas, mainan anak, perlengkapan bayi, buku, perabot dapur, hingga barang elektronik dan kendaraan.
Baca Juga :
Dari Limbah Jadi Rupiah, Warga Dawuhan Antusias Kumpulkan Minyak JelantahUntuk menjamin asas kemanfaatan, pihak yayasan memberlakukan kriteria kelayakan ketat sebelum menerima donasi. Calon donatur diminta menghubungi tim melalui pesan instan WhatsApp atau media sosial dengan menyertakan foto barang.
"Paling penting barang dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak sobek, tidak berjamur, atau lapuk. Ketika barang tiba, kami sortir menjadi beberapa kategori kualitas (grade). Jika ada barang yang tidak lolos sortir, kami bekerja sama dengan mitra pengolahan limbah berkonsep zero waste agar tidak menjadi sampah lingkungan," ucapnya. Bagi calon donatur, pengiriman barang dapat dilakukan dengan beberapa metode:
- Diantar langsung ke lokasi SBB/Toko BarBeKu yang kini beroperasi di empat wilayah, yaitu Tangerang Selatan (melayani area Jabodetabek), Bandung, Yogyakarta, dan Solo.
- Dikirim via ekspedisi atau ojek daring untuk donatur yang terkendala jarak.
- Layanan jemputan gratis (free pickup), khusus untuk donasi dalam jumlah banyak (minimal setara 7 kardus ukuran 60x40 cm) dengan radius maksimal 50 kilometer dari lokasi operasional.
Komarudin juga menegaskan bahwa SBB murni merupakan lembaga sosial nirlaba, bukan tempat jual-beli atau penampung barang rongsok komersial.
"Terkadang masih ada masyarakat yang salah paham dan menanyakan berapa harga barang mereka jika dibeli oleh kami. Kami tegaskan bahwa kami adalah penyalur donasi amal. Para donatur menyerahkan barang secara ikhlas untuk membantu sesama," tambahnya.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya terbantu dalam melakukan penataan (decluttering) barang di rumah dan berkontribusi menekan limbah lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kebermanfaatan suatu barang untuk masa depan anak-anak kurang mampu.





Komentar (0)