1.816 Polisi dan Anggota BNN Gerebek Kampung Bahari, Naik KRL

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Tim gabungan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengerahkan 1.816 personel untuk menggerebek kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11). Dalam operasi ini, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line untuk mencapai lokasi penggerebekan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi mengatakan personel gabungan mulai menyisir kawasan tersebut sekitar pukul 05.30 WIB.

Personel yang dikerahkan berasal dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan Brimob Polri.

Petugas menggunakan KRL dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari. Moda transportasi iji dipilih sebagai alternatif, karena dapat mengakses jalur yang mengarah ke lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.

Setibanya di lokasi, petugas turun dari kereta dan menyisir lapak-lapak di sepanjang rel kereta api serta kawasan permukiman warga.

Dalam operasi tersebut, petugas menghadapi perlawanan dari sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Namun, perlawanan itu tidak mengganggu jalannya operasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengatakan penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi dengan melibatkan sejumlah instansi, termasuk BNN, Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob.

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Bismo.

Polisi Tangkap 27 Orang

Dari penggerebekan tersebut, Polda Metro Jaya menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Bismo menjelaskan, pada tahap awal, petugas mengamankan empat orang di lokasi utama. Mereka terdiri atas satu orang yang kedapatan membawa barang bukti berupa pil psikotropika dan tiga orang yang diduga sebagai pengguna.

"Nanti kita akan lakukan pendalaman," ujar Bismo.

Selain menangkap puluhan orang, petugas menyita berbagai barang bukti narkotika, termasuk sabu-sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, dan ribuan butir ekstasi.

Petugas juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi, alat isap atau bong, senjata tajam, senjata api, serta sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil transaksi peredaran gelap narkotika.

Menurut Bismo, uang tunai tersebut ditemukan bersama barang bukti ganja.

Ia mengatakan para pelaku masih memanfaatkan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api sebagai lokasi transaksi narkoba.

Untuk memutus mata rantai peredaran narkotika, kepolisian berencana membongkar bangunan-bangunan liar yang diduga disalahgunakan untuk aktivitas tersebut. Polisi juga akan terus mengejar bandar utama.

"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," kata Bismo.

Polda Metro Jaya Koordinasi dengan KAI

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menekankan bahwa pemberantasan narkoba di Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Menurut dia, diperlukan penataan lingkungan fisik dan sosial agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.

Saat meninjau operasi, Dadang melihat sejumlah bangunan di sekitar rel kereta api yang diduga dimanfaatkan sebagai lapak penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai kondisi tersebut perlu ditangani melalui kerja sama lintas sektor agar masalah serupa tidak berulang.

Dadang mengatakan telah berkomunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai rencana penataan kawasan di sepanjang bantaran rel.

Penataan tersebut juga memerlukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait, termasuk untuk memikirkan solusi permukiman bagi warga setempat.

"Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat," kata Dadang.

Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya mencakup perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga peningkatan kepedulian masyarakat untuk mencegah peredaran gelap narkoba. Upaya tersebut tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan warga yang mencari nafkah secara sah.

Menurut Dadang, kepolisian memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani persoalan permukiman dan tata kota. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan PT KAI diperlukan agar penataan berjalan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing pihak.

Dadang berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai, tetapi berlanjut hingga kawasan tersebut menjadi lebih aman, tertata, dan bersih dari narkoba.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mau Buka Usaha Laundry? 6 Tips Menata Ruang dan Memilih Lantai agar Bisnis Lebih Efisien
• 19 jam lalu
0
thumb
Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut
• 1 jam lalu
0
thumb
Dasco targetkan pemenangan Gerindra di pemilu 2029
• 53 menit lalu
0
thumb
Gus Kikin Minta Jangan Terpancing Provokasi, Jaga Sukoharjo Tetap Damai
• 53 menit lalu
0
thumb
Link Live Streaming Bayern Munchen vs Dortmund, Main Jam 00.30 WIB
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.