PAM Jaya Targetkan 2 Juta Pelanggan dan Layanan Air Bersih 100% pada 2029

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya( PAM Jaya) menargetkan dua juta pelanggan dengan cakupan layanan air bersih mencapai 100 persen di Jakarta pada 2029. Target tersebut bagian dari upaya PAM Jaya memperluas akses air perpipaan bagi masyarakat Ibu Kota.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan hingga September 2026, jumlah pelanggan PAM Jaya mencapai 1,2 juta pelanggan dengan cakupan pelayanan air bersih 83,27 persen. Suplai air mencapai 23 ribu liter per detik dengan panjang jaringan pipa 13.094 kilometer.

“Kalau melihat dari kita dari sebelah kirinya itu, ini posisi September, jumlah pelanggan kita sudah di 1,2 juta pelanggan. Kalau jiwanya sudah hampir menuju sembilan juta,” kata Arief dalam acara PAM Jaya Media Gathering 2026 bertajuk Strengthening Partnership Connecting for Jakarta’s Water Future, dikutip pada Minggu, 1 November 2026. 

Arief menyebut target perluasan layanan tersebut harus tercapai lebih cepat dari rencana yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2030. Hal ini sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin PAM Jaya menuntaskan target perluasan layanan pada 2029.

“Jadi di 2029 kita harus achieve atau harus sampai di angka dua juta pelanggan, sisanya masih ada 800 ribu,” ujar Arief.

Ilustrasi air bersih. Foto- Pexels.com/Safari Consoler

Baca Juga :

Pemprov DKI Pertimbangkan Pemanfaatan Air Embung Kebagusan untuk warga
 

Selain meningkatkan jumlah pelanggan, PAM Jaya akan memperpanjang jaringan pipa mencapai 15 ribu kilometer pada 2029. Target tersebut bagian dari pengembangan infrastruktur untuk mendukung perluasan cakupan pelayanan air perpipaan di Jakarta.

Arief mengatakan perusahaan telah menyusun peta jalan atau roadmap untuk mencapai target pelayanan 100 persen pada 2029. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni menambah sambungan baru bagi masyarakat serta mengembangkan sistem pelayanan secara terintegrasi.

“Pastinya memang penambahan sambungan baru. Ada hal penting nanti di paparan ini yang ternyata that’s the fact,” kata Arief.

Arief menambahkan PAM Jaya juga melakukan transformasi sistem operasional melalui penerapan teknologi digital. Salah satunya dengan mengintegrasikan berbagai data perusahaan melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion, mulai dari data vendor, karyawan, hingga informasi layanan pelanggan.

Menurut Arief, integrasi tersebut diperlukan agar proses operasional perusahaan tidak lagi bergantung pada sistem manual. Dengan begitu, berbagai aktivitas perusahaan dapat terpantau melalui sistem dan laporan yang terintegrasi.

“Kenapa harus melakukan integrasi sistem seperti ini? Karena memang sudah enggak bisa lagi kita manual,” tutur Arief. 

Arief menegaskan PAM Jaya terus mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk mengejar target yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, dia mengakui masih ada berbagai tantangan dalam mencapai cakupan layanan air bersih 100 persen pada 2029.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNNP-Polda Sumut Musnahkan 5 Hektare Ladang Ganja di Mandailing Natal: Dicabut, lalu Dibakar
• 2 jam lalu
0
thumb
Seluruh Pejabat Partai Korup? Laporan Resmi Menyebutkan Lebih dari 7,9 Juta Orang  Dijatuhi Sanksi Sejak Kongres Nasional ke-18 Partai Komunis Tiongkok
• 3 jam lalu
0
thumb
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol, Yamal dan Raphinha Sumbang Brace
• 8 jam lalu
0
thumb
Eks Gubernur Bank Sentral Ditahan Kejaksaan, Dugaan Korupsi Rp14,8 T
• 6 jam lalu
0
thumb
KOKAM Sesalkan Tindakan Berlebihan Polisi saat Menggeledah Ponpes di Sukoharjo
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.