Eks Gubernur Bank Sentral Ditahan Kejaksaan, Dugaan Korupsi Rp14,8 T

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Mantan gubernur bank sentral Hungaria, Gyorgy Matolcsy, tiba dengan mobil polisi di markas besar kepolisian di Budapest, Hungaria, pada 21 Oktober 2026. (REUTERS/Marton Monus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Gubernur Bank Sentral Hungaria (MNB) Gyorgy Matolcsy ditangkap oleh aparat kejaksaan setempat atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyelewengan dana publik. Kasus tersebut berkaitan dengan pengelolaan aset yayasan yang dibentuk bank sentral selama masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Viktor Orban.

Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat Hongaria menyatakan telah melakukan serangkaian penggeledahan dan tindakan investigasi di sejumlah lokasi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana di lingkungan bank sentral.

"Ia melakukan tindakan investigasi terkoordinasi di beberapa lokasi sehubungan dengan penyelidikan terkait bank sentral terhadap penyelewengan dana secara kriminal," kata Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat Hungaria pekan lalu, dikutip Minggu (1/11/2026).


Baca: Jerman Chaos! Demo Gen Z bak Medan Perang, Toko-Toko Dijarah

Matolcsy diketahui menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Hungaria selama periode 2013 hingga 2025. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia merupakan Menteri Perekonomian di bawah pemerintahan Viktor Orban pada 2010-2013. Ia juga dikenal sebagai salah satu sekutu ekonomi terdekat Orban.

Kasus Matolcsy pertama kali viral bulan lalu. Para petinggi bank sentral mengajukan tuntutan pidana atas dugaan penggelapan, kelalaian, penipuan dan penyalahgunaan jabatan ketika Matolcsy menjadi gubernur.

Keluhan tersebut muncul setelah bank mengaudit investasi real estat masa lalu. Ditemukan pembelian yang melambung, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi lembaga tersebut.

Baca: Bahlil Curiga LNG RI Dijual Lagi ke Negara Lain, Singapura Buka Suara

Dalam pernyataannya Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat mengatakan bahwa penahanan dan interogasi Matolcsy terkait dengan yayasan bank sentral yang dibentuk pada tahun 2014. Yayasan itu menggunakan aset publik sebesar US$817,8 juta atau sekitar Rp14,8 triliun yang berasal dari keuntungan nilai tukar bank.

Jaksa mengatakan dana ekuitas swasta yang diwakili oleh Optima Investment Ltd sebagai pengelola aset yayasan, menyelesaikan perjanjian pinjaman sekuritas fiktif pada hari terakhir Matolcsy sebagai gubernur bank. Tujuannya memberikan kendali atas aset yayasan kepada sekelompok orang yang akan mempengaruhi Matolcsy bahkan setelah meninggalkan jabatannya di bank.

"Dengan tujuan memungkinkan (Matolcsy) dan putranya melakukan investasi dengan aset tersebut sesuai dengan tujuan mereka masing-masing guna mendapatkan keuntungan," kata Jaksa.

 


(sef/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Singapura Mau Baikan Dengan RI - Eks Capres Terseret Kasus Rp 9 M

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir Rob Ancam 15 Provinsi, Ini Imbauan Penting untuk Warga Pesisir
• 16 jam lalu
0
thumb
Dampingi Kim Woo Bin Lawan Kanker, Simak Cerita Shin Min Ah Tentang Kehidupan Pernikahan
• 55 menit lalu
0
thumb
Respons Andi Arief Demokrat usai MA Batalkan Suket Gibran, Singgung Stabilitas Pemerintahan
• 22 jam lalu
0
thumb
Rekor Positif Iraola Hadapi Arsenal Bukan Jaminan untuk Liverpool
• 45 menit lalu
0
thumb
Kemlu: Rusia kritik aksi yang merusak perdagangan internasional di G20
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.