Ketika antrean panjang berlalu, geliat kembali normal

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Banda Aceh (ANTARA) - Arloji baru menunjukkan pukul 07.00 WIB, tetapi deretan mobil beroda empat, enam, hingga sepuluh sudah mengular di pinggir jalan nasional Banda Aceh–Meulaboh.

​Pemandangan antrean kendaraan pemakai Biosolar ini menjadi hal lumrah di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Besar dan Banda Aceh.

​Para sopir angkutan material, logistik, hingga angkutan umum terpaksa menyela jam kerja demi mendapat giliran mengisi bahan bakar. Deru mesin berpadu kepulan asap tipis terdengar riuh saat kendaraan bergerak maju satu per satu menuju pompa pengisian.

Di tengah deretan panjang kendaraan, Sabirin salah seorang sopir truk material asal Aceh Besar, mengaku sempat khawatir, jika kondisi tersebut terus berlangsung lama akan ikut mempengaruhi buah keringat yang dibawa pulang bagi keluarganya.

​Ia menuturkan, demi mendapatkan Biosolar, dirinya terpaksa bangun lebih pagi. Jika kesiangan, antrean sudah mengular dan waktu tunggu bisa mencapai satu jam.

​Waktu tunggu tersebut berdampak langsung pada jumlah angkutan material yang bisa ia selesaikan. Sesekali ia mensiasatinya dengan mengantre pada malam hari agar paginya bisa langsung menuju lokasi pengambilan material.

​"Kadang untung-untungan juga. Artinya, kalau pas datang antrean belum panjang, kita bisa cepat mengisi minyak lalu lanjut mencari rezeki. Tapi kalau mobil sudah mengular, pilihannya menunggu dulu daripada berisiko kehabisan minyak saat ada muatan," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Aceh Tenggara batasi pembelian BBM untuk cegah penimbunan

Tambahan stok

Sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan ketersediaan pasokan dan ketenangan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengoptimalkan penyaluran BBM di Aceh. Pasokan diperkuat dari Integrated Terminal Lhokseumawe guna menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi sebagai upaya mempercepat normalisasi penyaluran di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan BBM," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.

Selain itu, pihaknya aktif memonitor stok dan penyaluran di seluruh SPBU di Aceh serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar distribusi berjalan lancar.

​"Pertamina terus melakukan berbagai upaya percepatan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di Aceh tetap terpenuhi. Kami juga terus memonitor kondisi stok dan penyaluran di lapangan sehingga langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan," ujar Fahrougi.

Sebagai bagian dari upaya normalisasi, Pertamina memperkuat pasokan dari Integrated Terminal Lhokseumawe dengan menggelontorkan tambahan 24.000 liter Pertamax dan 24.000 liter Biosolar untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang. Penguatan ini dilakukan agar penyaluran ke SPBU tetap optimal.

Selain menambah stok, Pertamina mengoptimalkan operasional melalui koordinasi intensif dengan seluruh lembaga penyalur, pemantauan stok secara berkala, dan penyesuaian pola penyaluran sesuai dinamika lapangan.

Fahrougi menjelaskan bahwa kondisi penyaluran BBM di Aceh terus membaik seiring dengan percepatan distribusi yang dilakukan perusahaan.

​"Normalisasi penyaluran terus kami upayakan agar kondisi di Aceh segera pulih. Seluruh sarana dan sumber daya operasional kami optimalkan demi memastikan distribusi BBM lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," tegasnya.

​Pertamina memastikan akan terus memantau stok serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran pasokan energi.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut perkuat monitoring distribusi BBM

Penindakan

Bayang-bayang antrean panjang yang sempat mengganggu kelancaran usaha para pedagang kini perlahan terurai. Suasana SPBU yang semula dipadati kendaraan mengular mulai tampak lengang dan tertib sejak 19 Oktober.

​Perubahan ini merupakan dampak dari langkah tegas jajaran Polda Aceh dalam memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi. Menindaklanjuti arahan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, polisi bergerak mengusut penyebab kelangkaan dan antrean di berbagai wilayah.

Dalam operasi yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026, Polda Aceh menyita 32 ton solar subsidi.

​"Selain mengamankan solar subsidi, polisi menangkap 22 orang dan menetapkan mereka sebagai tersangka tindak pidana penyalahgunaan BBM subsidi," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh.

Joko Krisdiyanto menyebutkan para tersangka ditangkap di sejumlah wilayah jajaran polres dan polresta Polda Aceh. Bersama tersangka, turut diamankan 18 kendaraan , baik roda empat maupun enam.

Ia mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat, termasuk antrean panjang di SPBU.

"Penegakan hukum terus dilakukan terhadap pihak-pihak diduga melanggar ketentuan penggunaan BBM subsidi. Langkah ini sejalan dengan arahan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai aturan," katanya.

​Para tersangka ditangkap di berbagai wilayah hukum polres dan polresta jajaran. Selain barang bukti solar, polisi menyita 18 unit kendaraan roda empat dan roda enam.

​Penindakan ini berhasil mengurai antrean kendaraan di SPBU secara signifikan. Kepolisian memastikan akan terus meningkatkan pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan melaporkan indikasi penimbunan atau penjualan ilegal melalui Call Center 110 maupun kantor polisi terdekat," ujar Joko Krisdiyanto.

Baca juga: Polda Aceh amankan 32 ton solar terkait penyalahgunaan BBM subsidi

Satgas

Sebelumnya, Tim Satgas Penertiban Pendistribusian BBM Bersubsidi, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dan LPG 3 kg Aceh menemukan dugaan penyalahgunaan Pertalite serta praktik pengoplosan BBM di Banda Aceh.

​"Ini membuktikan bahwa pengawasan terpadu dan respons cepat antarlembaga sangat efektif menembus mata rantai penyimpangan," kata Plt. Kabid Migas Dinas ESDM Aceh yang juga Sekretaris Tim Satgas, Teuku Mukhlis.

​Temuan tersebut didapat saat Satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur Aceh Nomor 500.10.7.3/734/2026.

​Saat memeriksa SPBU Kuta Alam, tim memergoki aksi pemindahan Pertalite dari tangki mobil ke dalam jeriken menggunakan mesin pompa sedot khusus. Dari lokasi ini, petugas mengamankan satu unit mobil Toyota Kijang, 11 jeriken kapasitas 40 liter, satu unit mesin pompa, serta terduga pelaku berinisial F (23).

​Dari hasil pengembangan, tim bergerak ke sebuah gudang di wilayah Ulee Kareng yang diduga menjadi tempat penimbunan dan pengolahan BBM ilegal. Di sana, petugas menemukan 17 jeriken BBM oplosan, satu unit mobil Daihatsu Gran Max modifikasi, bahan pewarna kimia, serta minyak olahan tradisional asal Peureulak, Aceh Timur. Seorang terduga pelaku berinisial H turut diamankan.

​Modus para pelaku adalah mencampur Pertalite murni dengan minyak olahan tradisional asal Peureulak lalu diberi pewarna kimia agar menyerupai Pertalite asli, sebelum dijual ke pedagang eceran dan armada travel.

​Menurut T. Mukhlis, temuan di SPBU Kuta Alam menjadi entry point penting untuk membongkar jaringan kejahatan yang lebih luas. Pengawasan berkala akan terus ditingkatkan.

​"Yang kami bentengi bukan sekadar fisik BBM-nya, melainkan hak masyarakat kelas bawah dan sektor usaha kecil yang seharusnya menikmati subsidi negara," tegasnya.

​Senada dengan itu, Plh. Kepala Dinas ESDM Aceh selaku Ketua Tim Satgas, Irwansyah, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan. Seluruh temuan telah diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Aceh.

Baca juga: Polres Nagan Raya tangkap sopir angkut 5.000 liter BBM Solar subsidi

​Saat ini, seluruh barang bukti berupa dua unit kendaraan modifikasi, 28 jeriken, mesin pompa, minyak olahan, dan bahan pewarna telah diamankan bersama dua tersangka untuk proses hukum lebih lanjut.

Perkuat kolaborasi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dengan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal pengawasan serta memastikan distribusi BBM dan LPG di Aceh berjalan lancar.

​"Koordinasi dan sinergi bersama Polda Aceh serta semua pihak merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, di Banda Aceh.

​Ia menuturkan, Pertamina secara berkelanjutan memantau penyaluran energi di lapangan guna mengantisipasi berbagai tantangan distribusi. Dukungan aparat penegak hukum juga krusial dalam mencegah potensi penyimpangan agar subsidi tepat sasaran.

​Seiring pasokan Biosolar yang kembali normal, para sopir kini dapat mengantar logistik tepat waktu. Roda distribusi pun melaju tanpa hambatan, sehingga harga barang di pasaran tidak lagi terimbas waktu tunggu antrean BBM.

​Ke depan, distribusi BBM bersubsidi diharapkan terus terjaga secara berkelanjutan. Melalui pengawasan berlapis dan komitmen tanpa celah terhadap oknum tak bertanggung jawab, energi bersubsidi dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Baca juga: Dishub Aceh Barat atur jam penyaluran biosolar urai kemacetan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahlil Beri Peringatan! Pemegang Konsesi Migas Segera Eksekusi atau Kembalikan ke Negara
• 8 jam lalu
0
thumb
Ibas Dukung Pengembangan Agrowisata dan Kemandirian Melon di Magetan
• 17 jam lalu
0
thumb
Dendam karena Diejek, Pekerja Bengkel Siram Rekan Kerja dengan Air Keras | SAPA MALAM
• 19 jam lalu
0
thumb
Ojek Listrik Green SM Hadir di Jakarta, Bidik Mobilitas Harian yang Lebih Ramah Lingkungan
• 6 menit lalu
0
thumb
Usai Putusan MK dan Putusan MA, Ray Rangkuti: Mau Alasan Apa Lagi? Mau Berdalih Apa Lagi buat Gibran?
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.