Para pekerja memasang papan kayu untuk mengamankan toko Bvlgari di Berlin, Jerman, sejak Jumat, menjelang aksi demonstrasi yang digerakkan kelompok pemuda "Gen Z regelt". Jerman bersiap menghadapi gelombang unjuk rasa nasional pada Sabtu (31/10/2026) yang dipicu penolakan terhadap pemangkasan anggaran pendidikan, kenaikan biaya hidup, serta wacana pemberlakuan kembali wajib militer. (REUTERS/Annegret Hilse)
2/6Dilansir Reuters, para mahasiswa penyelenggara aksi mengatakan pemerintahan Kanselir Friedrich Merz tidak memberikan tanggapan atas kekhawatiran mereka. Sebaliknya, pemerintah dinilai terus melakukan pemangkasan anggaran dan menambah beban masyarakat. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Salah satu penyelenggara aksi di Berlin, Lina Friedrich (21), menolak kemungkinan mahasiswa diwajibkan masuk militer setelah menyelesaikan pendidikan. "Kami tidak ingin perang," ujarnya. Isu rencana wajib militer menjadi salah satu alasan utama Generasi Z turun ke jalan. (REUTERS/Annegret Hilse)
4/6Selain itu, mahasiswa menuntut peningkatan anggaran pendidikan untuk memperbaiki fasilitas kampus dan kualitas pembelajaran. Sean Baker, mahasiswa Universitas Teknik Berlin, mengatakan kondisi fasilitas dan kehidupan mahasiswa semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Baker bersama kelompok kampanye Campus Sanieren berencana mengikuti demonstrasi di Berlin. Mereka mendesak pemerintah mengalokasikan lebih banyak dana untuk renovasi bangunan kampus dan meningkatkan kualitas pendidikan. (REUTERS/Annegret Hilse)
6/6Para penyelenggara menyatakan demonstrasi akan berlangsung damai dan polisi belum memiliki bukti yang mengindikasikan sebaliknya. Namun, sejumlah toko di Berlin dan Frankfurt mulai mengamankan jendela serta bangunan mereka untuk mengantisipasi kerusuhan, menyusul aksi mahasiswa di Prancis dan sejumlah wilayah Eropa lainnya yang diwarnai kekerasan dan perusakan properti. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)





Komentar (0)