Belanja Modal AMMN Anjlok 84%, Tinggal Rp3,08 Triliun

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memangkas belanja modal atau capital expenditure (capex) secara signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Total belanja modal perseroan tercatat sebesar US$170 juta atau sekitar Rp3,08 triliun, anjlok 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,058 miliar atau setara Rp19,19 triliun.

Artinya, belanja modal AMMN berkurang sekitar US$888 juta atau setara Rp16,11 triliun dalam setahun. Penurunan tersebut terjadi seiring hampir rampungnya sejumlah proyek utama perseroan dan berkurangnya kebutuhan belanja modal untuk pemeliharaan.

Dalam laporan kinerja kuartal III 2026 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi, manajemen menjelaskan bahwa penurunan capex mencerminkan hampir rampungnya proyek-proyek utama serta berkurangnya kebutuhan belanja modal pemeliharaan.

"Total belanja modal turun 84% secara tahunan menjadi US$170 juta pada sembilan bulan pertama 2026, dari US$1.058 juta pada sembilan bulan pertama 2025, yang mencerminkan hampir rampungnya proyek-proyek utama serta berkurangnya kebutuhan belanja modal pemeliharaan," tulis manajemen dalam laporan.

Penurunan belanja modal tersebut terjadi ketika AMMN mulai memasuki tahap operasional sejumlah fasilitas hasil ekspansi. Salah satunya adalah proyek smelter tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia atau Precious Metals Refinery (PMR).

Perusahaan telah menerima Smelter Project Acceptance Certificate yang menandai penyelesaian resmi proyek smelter bersama kontraktor. Sementara itu, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap (ramp-up) pada pabrik konsentrator baru juga masih berjalan sesuai rencana.

Dari sisi operasional, fasilitas smelter dan PMR AMMN telah beroperasi secara stabil sesuai kapasitas desain selama kuartal III 2026. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, kedua fasilitas tersebut menghasilkan 102.783 ton katoda tembaga dan 296.897 ons emas murni.

Di sisi lain, AMMN juga tengah memperbesar kapasitas pabrik konsentrator menjadi sekitar 85 juta ton bijih per tahun. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pengolahan bijih dari Batu Hijau Fase 8 dan proyek Elang pada masa mendatang.

Penurunan capex juga berlangsung bersamaan dengan upaya perusahaan memperkuat struktur keuangan. Per 30 September 2026, total utang AMMN tercatat sebesar US$5,568 miliar atau sekitar Rp100,98 triliun, turun 13% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$6,432 miliar atau sekitar Rp116,66 triliun.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Komisaris Amman Tersangka Korupsi Nikel, Bagaimana Nasibnya?

Baca Juga: AMMN Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun hingga Januari 2027

Perseroan telah melakukan pelunasan utang sebesar US$865 juta atau sekitar Rp15,69 triliun sejak awal tahun. Dengan kas dan setara kas sebesar US$570 juta atau sekitar Rp10,34 triliun, utang bersih perusahaan tercatat sekitar US$4,998 miliar atau setara Rp90,65 triliun.

Manajemen menyatakan penguatan neraca keuangan tetap menjadi prioritas perusahaan melalui pengendalian biaya secara disiplin dan percepatan penurunan utang.

Dengan hampir rampungnya proyek-proyek utama, AMMN kini menghadapi fase investasi yang lebih berfokus pada kebutuhan pemeliharaan dan penyelesai


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Asapi Marquez dan Bezzecchi, Pedro Acosta Raih kemenangan di Sirkuit Sepang
• 5 jam lalu
0
thumb
Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
• 19 jam lalu
0
thumb
Rahayu Saraswati Minta Pengusaha Bijak Adopsi AI, Tak Korbankan Tenaga Kerja
• 6 jam lalu
0
thumb
Siap Buka-bukaan Soal Ijazah di PTUN, Wapres Gibran Sayangkan Denny Indrayana cs Cabut Gugatan
• 10 jam lalu
0
thumb
Pabrik Baterai EV Ketiga RI Segera Diresmikan Prabowo, Ini Pemiliknya
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.