Pabrik Baterai EV Ketiga RI Segera Diresmikan Prabowo, Ini Pemiliknya

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Salah satu pengguna EV melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU Signature Andara. (Dok. PT PLN (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) terbaru dalam waktu dekat. Fasilitas ini menjadi pabrik baterai EV ketiga yang beroperasi di Indonesia, sekaligus memperkuat rantai pasok hilirisasi dari hulu ke hilir.

Pabrik tersebut dikelola oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan CBL yang merupakan anak usaha raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).


Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kesiapan peresmian pabrik telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo.

"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," ujar Bahlil usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, pekan ini.

Dengan beroperasinya pabrik CATIB, daftar fasilitas produksi baterai EV di Tanah Air kini genap menjadi tiga. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki pabrik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, serta pabrik milik REPT Battero Indonesia di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.

"Satu yang punya Hyundai kapasitas awal 10 Gigawatt hour (GWh), kemudian satunya kemarin diresmikan di Halmahera oleh investor China, dan yang ketiga ini kerja sama CATL dengan Antam yang akan diresmikan Bapak Presiden," jelas Bahlil.

Bahlil menegaskan, beroperasinya pabrik-pabrik ini membuat ekosistem baterai EV nasional kian terintegrasi penuh, mulai dari penambangan, peleburan (smelter), pengolahan HPAL, produksi prekursor, katoda, hingga sel baterai (battery cell).

"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ekosistem selengkap ini. Ini bagian dari ikhtiar nyata kita untuk mendorong hilirisasi," tegasnya.

Pilihan Redaksi
  • Produksi Mobil Thailand Anjlok, Ada Apa?
  • Bocoran Bahlil: Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Baterai EV Ketiga RI
Investasi Rp 21 Triliun, Dibangun Cuma 13 Bulan

Meski baru akan diresmikan secara resmi oleh Presiden, pihak IBC mengungkapkan bahwa pabrik CATIB yang berlokasi di Karawang tersebut sejatinya sudah mulai berproduksi secara komersial sejak Juli 2026.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan bahwa fasilitas di Karawang ini memproduksi sel baterai untuk kendaraan listrik sekaligus sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS).

"Sudah beroperasi sejak bulan Juli. Produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi ditujukan untuk BESS," beber Aditya dalam sosialisasi MediaMind 2026 di Jakarta, pada September lalu.

Pabrik yang berdiri di kawasan Artha Industrial Hill & Karawang New Industry City (KNIC) ini dibangun di atas lahan raksasa dengan panjang fasilitas pabrik sel mencapai 1 km.

Pengembangan pabrik dirancang memiliki total kapasitas hingga 15 GWh dengan estimasi nilai investasi mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21 triliun. Pada tahap pertama, kapasitas yang sudah terbangun mencapai 6,9 GWh. Kapasitas penuh 15 GWh tersebut diperkirakan sanggup menyuplai daya untuk sekitar 250.000 unit kendaraan listrik.

Proses pembangunan pabrik ini terbilang sangat cepat. Dimulai sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Prabowo pada 29 Juni 2025, pabrik ini hanya membutuhkan waktu sekitar 13 bulan hingga akhirnya resmi beroperasi pada Juli 2026.

Demi menunjang operasional pabrik yang canggih, IBC telah mengirimkan 600 karyawan lokal untuk mengikuti program pelatihan dan transfer teknologi langsung di China. Selain itu, sebagai komitmen terhadap aspek keberlanjutan, fasilitas ini bakal dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 18 MWp pada 2027 mendatang.

Tak berhenti di Karawang, kongsi IBC dan CATL juga tengah menggarap proyek pengembangan bahan baku baterai terintegrasi di Halmahera dengan nilai investasi mencapai US$600 juta (sekitar Rp10 triliun).


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dorong Ekonomi, Karawang Bikin UMKM Naik Kelas - Perkuat SDM

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertamina Gaet PLN dan Len, Perbanyak Tempat Cas Motor Listrik di SPBU
• 23 jam lalu
0
thumb
Bhayangkara FC Tumbang di Markas Java United, Oscar Bruzon Sebut Lini Serang Jadi PR Terbesar
• 6 jam lalu
0
thumb
Mendag Ungkap Nasib Ekspor RI Sampai Akhir Tahun, Ada "Senjata Baru"
• 21 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Keamanan Pangan Dapur MBG Penting Lindungi Anak
• 22 jam lalu
0
thumb
3 Inovasi Makeup Instan, Rahasia Dandan Cepat Tanpa Ribet!
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.