jakarta.jpnn.com - Plt Direktur Kontra Radikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hendro Wicaksono mengatakan ketahanan digital perlu diperkuat agar generasi muda mampu mengenali dan menangkal pengaruh negatif sekaligus bijak bermedia sosial.
Sebab, ruang digital yang sudah menyatu dengan kehidupan anak dan generasi muda rentan memberikan ancaman paparan intoleransi, provokasi, dan narasi kekerasan
BACA JUGA: Presiden Prabowo Mencurigai Perusahaan Asing Penyebab Karhutla
“Apa pun yang kita keluarkan harus positif untuk mengisi ruang digital dengan hal bermanfaat karena generasi ini adalah ujung tombak nasional penyebar pesan damai di Sumatera Utara,” ujar Hendro di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/10).
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara Arifudin Muda Harahap menjelaskan radikalisme berakar dari pemaksaan kehendak.
BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fondasi Ekonomi Menguat, Investasi Terus Tumbuh
Menurut dia, wilayah Sumatera Utara yang majemuk rentan mengalami gesekan apabila sikap saling menghormati mulai luntur.
Dia mencontohkan pergeseran tradisi mencium tangan saat bersalaman yang sejatinya merupakan kearifan lokal dan bukti penghormatan.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta KSP Listyo Sigit Kawal Program Strategis Pemerintah
“Ketika menghadapi isu radikal di medsos, jangan dilawan secara frontal karena hanya memicu perang medsos, tetapi berikan pencerahan melalui akun-akun edukasi tentang bagaimana sebenarnya beragama,” terang Guru Besar UIN Sumatera Utara itu.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan M Sofyan mengapresiasi langkah BNPT melibatkan generasi muda untuk menjaga keharmonisan kota.
“Perdamaian tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, tindakan, serta keteladanan,” ujar Sofyan.
Kasi Intel Kodim 0201/Medan Czi Sunikite mengapresiasi hasil paparan peserta yang dinilai sangat luar biasa.
“Bagi kami di jajaran TNI-Polri, konten yang tidak sesuai di media sosial itu lawannya adalah media sosial juga sehingga kami sangat mendukung kegiatan ini,” tegas Sunikite.
Kanit Intelkam Polrestabes Medan Bambang menjelaskan kepolisian siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya dalam mengawal dan menyukseskan program kerja Duta Damai.
“Duta Damai ini luar biasa karena menghadirkan kontribusi yang tidak sekadar karya kata, tetapi karya nyata dalam mendistribusikan pesan damai dan kamtibmas melalui media sosial guna mencegah narasi radikal, intoleransi, serta terorisme,” kata Bambang. (*)
Redaktur & Reporter : Ragil





Komentar (0)