HARIAN.FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Saluran drainase di kawasan permukiman Jalan Matahari, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, kembali mencuat, akibat dugaan pencemaran limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padoang-doangan yang dikelola Yayasan Titipan Kasih, Kamis, 29 Oktober.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan dinas Kesehatan.
Kepala DLH Pangkep, Lukman Murtala, mengatakan pihaknya akan kembali menindaklanjuti laporan terkait dugaan pembuangan limbah SPPG ke saluran drainase permukiman. Menurut dia, persoalan serupa telah beberapa kali terjadi dan sebelumnya sudah mendapat teguran secara lisan.
“Segera kami koordinasi dengan dinas terkait juga, kemarin masih kami tegur secara lisan,” katanya.
Lukman menyebut persoalan limbah dari SPPG Padoang-doangan bukan kali pertama terjadi. Ia mengatakan kejadian serupa telah berulang hingga tiga kali, sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut.
“Kami juga akan turun cek,” ucapnya.
Lurah Padoangan-doangan, Kecamatan Pangkajene, Ilham mengaku pekerjaan drainase yang baru rampung itu dikerjakan oleh Pokmas Kelurahan Padoang-doangan.
“Saya sudah minta Ketua Pokmasnya untuk turun memeriksa drainase yang sudah dikerjakan, sekalian juga koordinasi dengan SPPG yang ada disana,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan SPPG Padoang-doangan, Palinrungi, menyebut kondisi drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab persoalan tersebut.
“Itu karena drainasenya yang tersumbat,” ujarnya.
Ia juga mengakui adanya pembuangan limbah SPPG ke saluran drainase. Namun, ia menyatakan limbah tersebut tidak menimbulkan bau, lemak, maupun perubahan warna. Menurut dia, air di saluran sulit terlihat jernih karena bercampur dengan buangan dari masyarakat sekitar.
“Tidak menimbulkan bau dan lemak serta warna, namun memang susah bening karena drainase itu bercampur dengan buangan dari masyarakat sekitar,” katanya. (fit)






Komentar (0)