Operasi Militer Israel, Ribuan Warga Palestina Mengungsi

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tentara Israel melanjutkan operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat selatan yang diduduki, selama delapan hari berturut-turut hingga Jumat (30/10).

Operasi tersebut memicu pengungsian ribuan warga Palestina dan memperketat pembatasan pergerakan penduduk.

Diberitakan ANTARA yang mengutip Anadolu, Jumat, pasukan Israel menggerebek kawasan Jilada dan Ain Deir Baha dengan mengerahkan tentara serta kendaraan militer. Puluhan warga Palestina di Ain Deir Baha juga dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Operasi militer itu dimulai pada 23 Oktober setelah dua tentara Israel tewas dalam insiden penembakan di Farsh al-Hawa, pintu masuk barat laut Hebron.

Militer Israel kemudian menewaskan dua warga Palestina yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Pasukan Israel turut menggeledah rumah keluarga Ahmad dan Hamouda al-Ja’ba, yang dituduh melakukan penembakan. Sumber lokal melaporkan suara penggalian terdengar dari dalam kedua rumah tersebut.

Di pos pemeriksaan dekat bundaran Jilada, pasukan Israel juga menahan dan menggeledah sejumlah warga Palestina.

Dampak operasi tersebut meluas ke permukiman warga. Pemerintah Kota Hebron menyatakan, hingga Selasa malam, sebanyak 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah mengungsi.

Pada hari-hari awal operasi, sejumlah rumah, fasilitas umum, pertokoan, dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan. Pasukan Israel juga mengubah sejumlah rumah menjadi barak militer.

Sementara itu, Masyarakat Tahanan Palestina melaporkan 110 warga Palestina ditangkap di wilayah Kegubernuran Hebron sejak operasi dimulai hingga Rabu.

Operasi di Hebron berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan militer Israel dan serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023.

Kekerasan tersebut mencakup pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, pembakaran kendaraan dan tempat ibadah, serta perusakan lahan pertanian.

Warga Palestina juga menghadapi pembatasan akses ke lahan pertanian dan pengusiran dari komunitas mereka, sementara pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan terus menjadi sumber konflik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
• 1 jam lalu
0
thumb
Belum Ada Komunikasi, Sarwendah Masih Tunggu Respons Ruben Onsu Soal Cicilan Rumah
• 3 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Asia Tangguh di Tengah Krisis Energi, Kini Bersiap Hadapi Tantangan AI
• 1 jam lalu
0
thumb
B50 Jadi Upaya Indonesia Menuju Kemandirian Energi
• 13 jam lalu
0
thumb
DPRD Gresik Bongkar Masalah Proyek Infrastruktur Rp17,6 Miliar, Material hingga Pengawasan Disorot
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.