Peringatan Keras Dedi Soal Alih Fungsi Kebun Teh Jadi Kebun Sayur di Pangalengan-Ciwidey: Tunggu Kehancurannya

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini menyoroti soal alih fungsi kebun teh menjadi kebun sayur di Pangelangan-Ciwidey. Dedi memberi peringatan keras soal dampak buruk yang mungkin terjadi termasuk bencana longsor.

Dedi mengatakan ancaman longsor akan datang jika kebun teh di kawasan Pangalengan dan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terus dialihfungsikan menjadi perkebunan. Menurutnya, hal itu bisa menjadi ancaman keselamatan warga.

"Kalau kebun teh terus ditebangin, diganti dengan perkebunan sayur, nanti longsor. Bandung itu lereng gunung."

"Kalau kemudian semuanya berubah jadi kebun sayur, sudah, tunggu kehancurannya," ujar Dedi Mulyadi ingatkan bahaya alih fungsi kebun teh pada Jumat (30/10/2026) dilansir TribunJabar.ID.

Pria yang akrab disapa KDM itu juga meminta masyarakat dan semua pihak agar menghentikan pembabatan tanaman yang sejatinya memiliki fungsi penting dalam konservasi tanah dan penyerapan air. Peringatan ini disampaikan Dedi demi keselamatan lingkungan hidup dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Dedi menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kepentingan pribadi dalam konflik agraria maupun sengketa lahan yang terjadi di kawasan perkebunan tersebut.

"Saya tidak ada urusan dengan konflik agrarianya, tapi yang saya tekankan adalah jangan menebang tanaman yang memiliki fungsi konservasi, menjaga lingkungan dari ancaman bencana," katanya.

Menurut Dedi, dampak kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan sering kali tidak muncul secara mendadak, melainkan terakumulasi dalam jangka panjang hingga akhirnya menjadi bencana dahsyat.

"Kalau sudah jadi bencana nanti yang repot kita semua."

"Untuk itu semoga ini menjadi kesadaran, tidak melakukan tindakan berulang," tuturnya.

 

Selain masalah alih fungsi kebun teh, Dedi juga menyoroti potensi perubahan fungsi tanaman pascakebakaran hutan dan lahan. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengejar keuntungan finansial pribadi dengan mengorbankan daya dukung lingkungan.

"Jangan menjadi alat bagi orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan kekayaannya saja, tidak memperhatikan keselamatan lingkungan," tegasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, praktik alih fungsi perkebunan teh dalam skala besar menjadi perhatian, terutama di wilayah Pangalengan dan Ciwidey.

Di Pangalengan, sekitar 90 hingga lebih dari 131 hektare lahan perkebunan teh milik PTPN diperkirakan telah beralih fungsi menjadi area pertanian sayuran dan tanaman hortikultura. Salah satu kawasan yang terdampak berada di Kertamanah.

Fenomena serupa juga ditemukan di kawasan lereng pegunungan Ciwidey. Aktivitas penebangan tanaman teh yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu menyebabkan berkurangnya kemampuan lahan dalam menyerap air. Dampaknya, kawasan tersebut semakin rentan mengalami erosi, khususnya ketika memasuki musim hujan.

Pada 2025 lalu, Dedi Mulyadi sudah sempat memberi peringatan keras serupa terkait alih fungsi kebun teh jadi kebun sayur.

"Ini peringatan bagi semua untuk tidak melakukan perusakan terhadap berbagai tanaman apapun jenisnya, yang itu memberikan manfaat bagi kepentingan konservasi dan semoga ini menjadi pembelajaran penting," katanya dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Senin (15/12/2025).

"Selanjutnya adalah kesungguhan kita semua untuk segera melakukan penataan rehabilitasi tanah-tanah yang gundul," ucapnya.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jakarta Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?
• 13 jam lalu
0
thumb
3 Hal yang Bikin Orang Cerdas Jadi Mudah Frustrasi di Tempat Kerja
• 19 jam lalu
0
thumb
Raisa Donasikan Pendapatan MV Nyawa dan Harapan, Dukung Pemulihan Habitat Satwa Liar
• 15 jam lalu
0
thumb
Batu Bara Sitaan Samin Tan Laku Terjual, Kejagung Ungkap Nilainya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.