Media Malaysia Kaget Indonesia Akan Buat Jemaah Umrah Tak Lagi Transit di Kuala Lumpur dan Singapura

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Imbauan Indonesia yang meminta para jemaah umrah  untuk beralih menggunakan penerbangan langsung (direct flight) sukses memicu kepanikan di negara tetangga, khususnya Malaysia.

Dikutip Sabtu (31/10/2026) Media Malaysia, Free Malaysia Today secara khusus menyoroti dan bereaksi kaget atas kebijakan yang dipastikan bakal merenggut puluhan ribu penumpang transit dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Changi Singapura.

Baca Juga: Ekstrem Tanpa Kompromi, Ini Cara Singapura Handle Pengusaha Indonesia yang Diduga Terlibat Karhutla

Media jiran tersebut mengutip langsung pernyataan dari Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia diketahui mengajak jemaah tanah air meninggalkan maskapai asing dengan rute transit.

Free Malaysia Today mencatat, hilangnya sekitar 70.000 jemaah umrah yang selama ini rutin transit akan menjadi pukulan telak bagi ekosistem aviasi mereka. Menariknya, media itu turut mengaitkan kebijakan ini dengan manuver agresif dari Presiden Prabowo Subianto. Ia diketahui sebelumnya yang memangkas ekspor gas alam ke Singapura.

Adapun Dahnil Anzar menegaskan bahwa imbauan ini bukan sekadar urusan geopolitik, melainkan langkah perlindungan mutlak bagi jemaah di tengah eskalasi keamanan di Timur Tengah.

"Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah," tegas Dahnil.

Ia menekankan bahwa hal ini selaras dengan visi presiden di mana potensi pasar dua juta jemaah umrah per tahun harus memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa. Guna merealisasikan ambisi kedaulatan penerbangan tersebut, pihaknya telah memanggil jajaran direksi Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura.

Dahnil menuntut maskapai nasional untuk tidak sekadar berlindung di balik kebijakan pemerintah, melainkan harus segera berbenah, meningkatkan kualitas layanan, dan mematok harga yang kompetitif agar mampu menggilas dominasi maskapai asing.

"Garuda dan Lion harus melakukan perbaikan layanan mereka. Mendorong mereka agar menguasai pasar dalam negeri, harus kompetitif bersaing di luar negeri," desak Dahnil.

Selain menekan maskapai, pertemuan strategis tersebut juga menyepakati perbaikan fasilitas pusat penerbangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga: Geger Sederet Taipan dan Pengusaha Indonesia Dipanggil Langsung Singapura

Dahnil juga mengatakan pemerintah siap berkomitmen untuk membantu penyelesaian masalah dana pengembalian (refund) yang selama ini menghambat operasional dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cerita Polisi Buru Dwi Sampai ke Bali-Balikpapan, Ditangkap di Padepokan Jombang
• 19 jam lalu
0
thumb
MSCI Kaji Penyempurnaan Metodologi, Bakal Ubah Bobot hingga Penilaian Saham
• 23 jam lalu
0
thumb
Peluang Hengkang Lisandro Martinez dari MU Makin Besar, Barcelona Sudah Menghubungi
• 9 jam lalu
0
thumb
Sabtu, sebagian DKI berpotensi hujan ringan pada sore dan malam hari
• 1 jam lalu
0
thumb
Kapolda DIY Minta Maaf atas Metode Penanganan Demo Sumpah Pemuda di Malioboro
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.