Kapolda DIY Minta Maaf atas Metode Penanganan Demo Sumpah Pemuda di Malioboro

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Personel kepolisian mengamankan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. (Sumber: ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Irjen Pol. Langgeng Purnomo memohon maaf kepada masyarakat yang terdampak pengamanan demonstrasi Hari Sumpah Pemuda di kawasan Malioboro pada Rabu (28/10/2026).

Permintaan maaf ini secara khusus disampaikan terkait tindakan represif aparat saat mengendalikan kerumunan massa yang berujung ricuh.

Langgeng mengatakan pengerahan taktik pengendalian massa terpaksa dilakukan guna meredam eskalasi kericuhan dan mencegah jatuhnya korban.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh elemen yang terdampak dalam pelayanan penyampaian aspirasi pada hari itu," kata Langgeng, Jumat (30/10/2026) dikutip dari Antara. 

"Kami juga memohon maaf karena dalam situasi yang berkembang, personel PHH (penanganan huru hara, red.) terpaksa harus melakukan tindakan pengendalian massa, termasuk penggunaan water cannon dan gas air mata untuk menghentikan tindakan anarkis agar aksi tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga lainnya," ujarnya.

Baca Juga: LBH Yogyakarta Sebut 2 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Aksi di DPRD DIY

Bakal Evaluasi

Polda DIY berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh mengenai prosedur penanganan massa dan pola komunikasi aparat di lapangan.

Langkah ini bertujuan agar pelayanan kepolisian pada masa mendatang lebih mengedepankan aspek perlindungan dan pengayoman kepada publik.

"Kami memahami bahwa situasi (penanganan) tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat," kata mantan Kapolres Klaten tersebut. 

Di sisi lain, kepolisian sedang mengusut dan memproses hukum pihak-pihak yang terindikasi melakukan perusakan serta provokasi dalam unjuk rasa tersebut.

Baca Juga: Polda DIY Sebut 34 Orang Sudah Dipulangkan usai Aksi Sumpah Pemuda di Gedung DPRD

Langgeng turut meminta dukungan publik agar mempercayakan seluruh proses hukum kepada aparat serta menghindari tindakan provokatif lanjutan.

Dia memastikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Yogyakarta kini sudah kembali kondusif.

"Proses penanganan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Langgeng.

"Yogyakarta adalah rumah kita bersama. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi keamanan, persatuan dan keselamatan masyarakat harus tetap kita jaga.

"Aktivitas masyarakat kembali berjalan, sementara situasi di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi aksi telah berjalan normal," ujarnya.

Baca Juga: Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Akui Bukan Mahasiswa & Dapat Bayaran

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara

Tag
  • Kapolda DIY
  • Langgeng Purnomo
  • Demonstrasi
  • Malioboro
  • Yogyakarta
  • Sumpah Pemuda
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Batalkan Jabatan Wapres Gibran: Keliru, Melompati Konstitusi
• 6 jam lalu
0
thumb
UNGU Gandeng Andien di Konser Tiga Dekade, Kembali Kolaborasi setelah 19 Tahun
• 5 jam lalu
0
thumb
Polda DIY Sebut 34 Orang Sudah Dipulangkan usai Aksi Sumpah Pemuda di Gedung DPRD
• 20 jam lalu
0
thumb
Unhas dan Climateworks Centre gali potensi karbon biru Sulsel
• 20 jam lalu
0
thumb
Google Merugi karena AI? Saham Anjlok, Ini yang Membuat Investor Panik
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.