Google Merugi karena AI? Saham Anjlok, Ini yang Membuat Investor Panik

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Investasi kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang menjadi masa depan industri teknologi justru membawa tekanan bagi Google. Alphabet, perusahaan induk Google, kehilangan lebih dari USD500 miliar nilai pasar dalam sehari setelah laporan keuangan terbarunya memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya pengembangan AI dan dampaknya terhadap bisnis utama perusahaan.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, saham Alphabet anjlok hampir 13 persen. Salah satu pemicunya adalah ringkasan berbasis AI dalam hasil pencarian Google mulai memengaruhi pendapatan iklan. Padahal, iklan pencarian selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar perusahaan.

Secara keseluruhan, kinerja Alphabet sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perusahaan naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi USD127,6 miliar. Sementara itu, Google Cloude mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 103 persen hingga hampir USD31 miliar. 

Namun di balik pertumbuhan tersebut, laba perusahaan justru turun 25 persen. Alphabet juga mencatatkan arus kas bebas negatif lebih dari USD9 miliar. Kondisi ini menunjukkan besarnya pengeluaran perusahaan untuk operasional dan investasi, terutama pengembangan AI.

Pada saat yang sama, kehadiran ringkasan AI di mesin pencari Google mulai memunculkan tantangan baru bagi bisnis iklan. Ketika pengguna mendapatkan jawaban langsung dari ringkasan AI, pola interaksi dengan hasil pencarian dan iklan berpotensi berubah.

Mengutip dari laman BBC, Analis utama Forrester, Tracy Woo, menilai kondisi tersebut memperlihatkan tantangan besar bagi Alphabet. Menurutnya, hasil bisnis pencarian perusahaan yang mengecewakan menyoroti tantangan dalam mendanai investasi AI besar-besaran sambil mempertahankan kekuatan bisnis yang sudah mapan.

Meski demikian, Google tetap optimistis terhadap arah pengembangan mesin pencarinya. Kepala Bisnis Google, Phillip Schindler, menyatakan dirinya sangat optimis tentang arah perkembangan kami dengan versi pencarian yang berfokus pada AI.
 

Baca Juga :

Pendapatan Microsoft Naik 19%, tapi Siapkan Program Pengunduran Diri Karyawan?
  Amazon dan Microsoft Juga Dihadapkan pada Pertanyaan Investor
Tekanan terhadap investasi AI juga terlihat pada Amazon. Saham perusahaan tersebut turun 6 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Meski penjualan kuartalannya tumbuh 11 persen menjadi USD202 miliar, Amazon mencatat arus kas bebas negatif USD42 miliar. 

CEO Amazon, Andy Jassy, menyebut pengeluaran besar tersebut sebagai investasi untuk peluang bisnis jangka panjang, termasuk produksi chip komputer sendiri dan platform pengembangan AI Bedrock. Ia melihat peluang bahwa dua bisnis tersebut dapat menghasilkan pendapatan hingga USD1 triliun pada masa mendatang.

Jassy juga mengingatkan bahwa tidak ada satu teknologi yang akan mendominasi seluruh kebutuhan pengguna. 

"Salah satu pelajaran yang kami pelajari selama lebih dari 20 tahun adalah bahwa tidak ada satu alat pun yang dapat menguasai dunia," ujarnya, dilansir dari laman BBC pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Sementara itu, Microsoft mencatatkan kinerja yang relatif lebih stabil. Pendapatannya tumbuh 19 persen menjadi USD92,3 miliar, sedangkan bisnis cloud meningkat 30 persen menjadi USD63 miliar. CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan penggunaan Copilot telah mendorong tugas otomatis hampir berlipat ganda sejak Juli, sementara pengguna hariannya meningkat 500 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski begitu, investor tetap mempertanyakan seberapa besar keuntungan yang benar-benar bisa dihasilkan dari AI. Tracy Woo menilai permintaan perusahaan terhadap teknologi tersebut memang masih kuat, tetapi industri teknologi masih menghadapi pertanyaan mengenai sumber nilai ekonomi AI.

"Hasil Microsoft memperkuat bahwa permintaan perusahaan terhadap AI tetap kuat, tetapi juga menyoroti pertanyaan yang jauh lebih besar yang dihadapi industri teknologi, yaitu di mana nilai AI pada akhirnya akan diperoleh," kata Woo. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Google Merugi karena AI? Saham Anjlok, Ini yang Membuat Investor Panik Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/akWmp2BN-google-merugi-karena-ai-saham-anjlok-ini-yang-membuat-investor-panik

(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027
• 4 jam lalu
0
thumb
Bahlil Duga Singapura Jual Lagi LNG yang Diimpor dari Indonesia
• 4 jam lalu
0
thumb
Terpopuler: Honda Vario vs Burgman Street, Target Baru Mobil Listrik, dan SUV Rp200 Jutaan
• 11 jam lalu
0
thumb
Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Daur Ulang Baterai Bekas dan Bioetanol untuk Industri Nasional
• 13 jam lalu
0
thumb
IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.000-an, Persoalan MSCI Masih Membayangi Investor
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.